0%
logo header
Rabu, 26 Agustus 2026 08:08

Program EKI OJK Sulselbar Jangkau Tiga Desa di Sulsel

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin saat memberikan sambutan dalam Edukasi Keuangan yang diikuti ibu-ibu rumah tangga dari keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin saat memberikan sambutan dalam Edukasi Keuangan yang diikuti ibu-ibu rumah tangga dari keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Upaya peningkatan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan diperkuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar melalui program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).

Dimana, pada program ini OJK tidak hanya mendorong penguatan inklusi keuangan tetapi juga membentuk ekosistem keuangan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari edukasi keuangan hingga business matching.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin mengungkapkan, hingga saat pelaksanaan program EKI telah menjangkau tiga desa di Sulawesi Selatan. Antara lain, Desa Angkue, Kabupaten Bone, Desa Tongke, Kabupaten Sinjai, dan Desa Batenge, di Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga : Hengkang atau Bertahan, Masa Depan Appi di Golkar Kini di Persimpangan Jalan

Khusus tahun ini pelaksanaan EKI disenergikan dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang merupakan program pemerintah pusat.

“Di program ini kami memfasilitasi para nelayan maupun masyarakat pesisir terhadap akses pembiayaan. Kemudian memberikan edukasi keuangan kepada mereka, sehingga mereka lebih paham dalam memanfaatkannya,” ungkapnya, dalam keterangannya, kemarin.

Termasuk memberikan edukasi bagaimana mengelola hasil tangkapan menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran.

Baca Juga : Program Stay & Play ala Aston Makassar, Tawarkan Paket Menginap Bonus Padel dan Kuliner

Ia menambahkan, di tahun ini pelaksanaan EKI akan dilakukan di enam desa di Sulawesi Selatan yang juga menjadi lokasi prioritas pelaksanaan program KNMP. Mulai dari, Desa Angkue, Kabupaten Bone, Desa Tongke, Kabupaten Sinjai, dan Desa Batenge, di Kabupaten Bulukumba. Kemudian, Desa Balangloe, di Kabupaten Jeneponto, Desa Aeng Batu di Kabupaten Takalar dan Kelurahan Untia, di Kota Makassar.

Sebelumnya, puluhan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan diberikan edukasi keuangan, khususnya terkait cara mengelola keuangan keluarga secara sehat dan berkelanjutan.

Edukasi Keuangan yang dilaksanakan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dipusatkan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang didorong OJK Sulselbar dalam upaya penguatan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : PLN Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Sulsel untuk Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sulbagsel

“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya pada wilayah pesisir sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” terang Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang semakin cakap finansial dan mampu mengelola keuangan secara bijak. Sebab, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan.

“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga : BI Sulsel Raih Dua Penghargaan di Ajang IABC Indonesia Awards

Dalam edukasi keuangan tersebut, OJK Sulselbar menyamai materi yang meliputi penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, pentingnya membangun kebiasaan menabung, serta perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal. OJK memberikan pemahaman mengenai karakteristik investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang agar masyarakat mampu mengenali risiko dan terhindar dari potensi kerugian finansial.

“Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal,” terangnya.

Baca Juga : BI Sulsel Raih Dua Penghargaan di Ajang IABC Indonesia Awards

Melalui kegiatan ini, OJK berharap masyarakat, khususnya keluarga nelayan, semakin mampu mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal sesuai kebutuhan, serta memiliki ketahanan finansial yang lebih baik.

“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” harap Muchlasin.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646