0%
logo header
Selasa, 06 Oktober 2026 15:15

Simulasi BCMS Perkuat Kesiapsiagaan Darurat dan Keberlangsungan Bisnis PLN UIP Sulawesi

Chaerani
Editor : Chaerani
Simulasi saat tim memberikan pertolongan pertama dengan membalut luka pada kepala korban dalam simulasi tanggap darurat yang digelar PLN UIP Sulawesi, Senin, (05/10/2026). (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)
Simulasi saat tim memberikan pertolongan pertama dengan membalut luka pada kepala korban dalam simulasi tanggap darurat yang digelar PLN UIP Sulawesi, Senin, (05/10/2026). (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menggelar simulasi tanggap darurat dan Business Continuity Management System (BCMS) di Kantor PLN UIP Sulawesi.

Kegiatan ini dilakukan untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, sekaligus memastikan proses bisnis tetap dapat berjalan ketika operasional perusahaan mengalami gangguan.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, kesiapan menghadapi kondisi darurat perlu diuji secara berkala agar setiap personel memahami peran dan tanggung jawabnya. Simulasi juga menjadi sarana untuk menguji koordinasi antar tim dalam merespons kondisi darurat hingga memastikan keberlangsungan dan pemulihan proses bisnis.

Baca Juga : Tinjau Keandalan Kelistrikan Sulbagsel, Dewan Komisaris PLN Tekankan Mitigasi Resiko dan Penguatan Koordinasi

“Kesiapan menghadapi kondisi darurat tidak cukup hanya dengan memiliki prosedur, tetapi perlu diuji melalui simulasi agar setiap personel memahami perannya dan mampu mengambil tindakan yang tepat. Pada saat yang sama, kami juga harus memastikan proses bisnis tetap dapat berjalan dan dipulihkan dengan cepat ketika terjadi gangguan,” ujarnya, dalam keterangannya.

Simulasi mencakup sejumlah skenario keadaan darurat, mulai dari gangguan keamanan, kebakaran, evakuasi dan penanganan korban, hingga ancaman benda mencurigakan. Kegiatan melibatkan tim keamanan, Emergency Response Team (ERT), petugas P3K, manajemen, Crisis Management Team (CMT), Business Recovery Team (BRT), Business Process Owner (BPO), serta kepolisian dan instansi terkait.

Dalam pelaksanaannya, setiap tim menjalankan peran sesuai prosedur penanganan kondisi darurat dan keberlangsungan bisnis. Simulasi menguji kecepatan respons, koordinasi, proses evakuasi, komunikasi, pengamanan, penanganan korban, hingga kesiapan pemulihan proses bisnis setelah kondisi darurat dapat dikendalikan.

Baca Juga : Tekad Ashabul Kahfi Bawa PAN Rebut Kembali Kursi Pimpinan DPRD Sulsel

Menurut Aditya, kemampuan organisasi dalam menghadapi kondisi darurat perlu didukung koordinasi yang kuat dan kesiapan seluruh personel agar dampak gangguan terhadap operasional perusahaan dapat diminimalkan.

“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh unsur memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Evaluasi dari kegiatan ini akan menjadi bahan perbaikan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan ketahanan operasional PLN UIP Sulawesi,” tambah Aditya.

Hasil simulasi selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya PLN UIP Sulawesi dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat sekaligus menjaga keberlangsungan proses bisnis perusahaan.

Baca Juga : Irmawati Haeruddin Dilantik Nakhodai PUAN Sulsel, Jajaran Pengurus Bertabur Tokoh Perempuan

Melalui penerapan BCMS dan penguatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan, PLN UIP Sulawesi berkomitmen menjaga ketahanan operasional serta memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tetap dapat berjalan dengan aman, andal, dan berkelanjutan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646