Soal Laka Laut Nelayan Sinjai, Andi Seto Tekankan ini

0
Kepala BPBD Sinjai, Budiaman

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI– Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai melalui Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan Koordinasi dan komunikasi terkait musibah yang dialami tiga kapal nelayan asal Sinjai yang hempas ombak di pulau Raijua, Kecamatan Sawu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

” Pemerintah daerah tetap pada prinsip dalam memberikan perhatian pada musibah yang dialami masyarakatnya, dimana bapak Bupati Sinjai selalu menekankan untuk mengedepankan upaya penyelamatan dan terus melakukan koordinasi dan komunikasi terkait musibah kecelakaan laut yang dialami warganya,” ucap Kepala BPBD Sinjai, Budiaman usai mengunjungi keluarga korban.

Ditambahkannya, terkait laka laut yang terjadi di Nusa Tenggara Timur diluar wilayah kami, tentu yang kita bangun koordinasi dan komunikasi.

Seperti diketahui bersama karena terputusnya jaringan komunikasi ke lokasi kejadian menyulitkan kita untuk segera mendapatkan informasi yang update terkait kejadian yang ada, namun sejak diterimanya laka laut ini, seluruh instansi terkait lingkup pemerintah daerah telah bergerak menggunakan lininya masing-masing.

Lanjut dikatakan Budiaman, kami dari BPBD tentu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat yakni Basarnas untuk meminta informasi khususnya terkait dengan bencana penyelamatan

“Alhamdulillah dalam 1×24 jam telah tersambung dengan mereka dan telah mendapatkan informasi bahwa dari 3 kapal yang mengalami laka laut itu ada 2 Kapal hancur dan sementara satu mengalami rusak ringan,” bebernya.

Dari tiga kapal tersebut sebanyak 13 ABK didalamnya termasuk jurangan kapal yang berasal dari Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur. Namun, masih ada 3 orang yang belum ditemukan dan ketiga inilah sementara masih dalam proses pencarian Basarnas setempat

” Mudah-mudahan Basarnas bisa menemukan ketiga korban tersebut dalam kondisi selamat,” harapnya.

Selain itu, dalam perkembangan berikutnya melalui Dinas sosial kita juga sudah bangun komunikasi untuk merencanakan bagaimana pemulangan mereka yang telah ditemukan hingga hari ini.

Sebelumnya, tiga kapal tongkol asal Kabupaten Sinjai dikabarkan dihempas ombak di pulau Raijua, Kabupaten Sawu, provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dua dari tiga kapal tongkol tersebut dikabarkan hancur dihempas ombak akibat badai

Tiga kapal tongkol yang melaut ke daerah Kupang, dua diantaranya hancur yakni kapal Brazil 77 dan bulukamase 05 sedangkan kapal Rizki 77 hanya rusak ringan. (Anto)

Tinggalkan Balasan