0%
logo header
Jumat, 01 Agustus 2025 10:59

Target Prevelensi Stunting 13 Persen, Pemkab Gowa Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Chaerani
Editor : Chaerani
Wakil Bupati Gowa yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, Darmawangsyah Muin saat menghadiri Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Gowa, di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Wakil Bupati Gowa yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, Darmawangsyah Muin saat menghadiri Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Gowa, di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa mendorong kolaborasi lintas sektor, salah satunya pada peran TP PKK Kabupaten untuk memassifkan program-program penanganan stunting di lapangan. Hal ini perlu didorong untuk mewujudkan target penurunan prevelensi stunting di angka 13 persen.

Wakil Bupati Gowa yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, Darmawangsyah Muin mengatakan, saat ini pihaknya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan seluruh pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), trend prevalensi stunting di Kabupaten Gowa menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada 2022 angkanya berada di 33 persen, kemudian di 2023 berhasil ditekan hingga 21,1 persen, dan pada 2024 kembali turun menjadi 17 persen.

Baca Juga : NasDem Sulsel Segera Tempati Markas Baru di Jalan Pettarani Makassar

“Pertemuan hari ini sangat strategis. Kita butuh sinergi dan kekompakan seluruh stakeholder untuk mencapai target program nasional ini. Penurunan angka stunting adalah capaian yang membanggakan. Kita targetkan bisa turun ke angka 13 persen karena saat ini sudah berada di angka 17 persen,” katanya, di sela-sela menghadiri Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Gowa, di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, kemarin.

Ia menekankan pentingnya peran para operator stunting di lapangan, yang menurutnya menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program ini.

“Ke depan, saya minta agar penganggaran di setiap OPD dilakukan secara spesifik dan tidak tumpang tindih, misalnya Dinas PKKB fokus pada Program KB, sementara OPD lain juga menyesuaikan. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat bisa lebih tepat sasaran melalui kader-kader KB,” ujarnya.

Baca Juga : Asmawati, Warga Pallangga Kini Nikmati Hidup Lewat Perbaikan Rumah dan Bantuan Usaha

Olehnya dirinya berharap agar seluruh pihak dapat menjaga kesinambungan program ini agar penurunan stunting dapat terus berlanjut hingga mencapai satu digit di masa mendatang.

Sementara, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat 90 operator stunting yang aktif bertugas di berbagai wilayah se-Kabupaten Gowa.

“Para operator ini terdiri dari berbagai unsur seperti staf kantor kecamatan, tenaga Puskesmas, Penyuluh Keluarga berencana (PKB), serta petugas dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka menjadi motor dalam pelaksanaan dan koordinasi upaya percepatan penurunan stunting di tingkat lokal,” jelas Sofyan.

Baca Juga : Lakukan Penipuan dan Impersonasi, Satgas PASTI Hentikan Aktivitas CANTVR dan YUDIA

Sofyan Daud menyebut, Rakor ini menjadi momentum konsolidasi seluruh pihak yang terlibat dalam program percepatan penurunan stunting, yang tidak hanya menjadi program prioritas nasional, tetapi juga komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan di Kabupaten Gowa.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646