0%
logo header
Sabtu, 24 Februari 2024 15:52

Yayasan BaKTI – YLP2EM Parepare Lakukan Penguatan Kelompok Konstituen, Penerimaan Aduan Hingga Partisipasi Politik

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Yayasan BaKTI – YLP2EM Parepare Lakukan Penguatan Kelompok Konstituen, Penerimaan Aduan Hingga Partisipasi Politik

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PAREPARE — Melalui program INKLUSI, Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) dan Yayasan Lembaga Pengkajian Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat (YLP2EM) Kota Parepare, melaksanakan penguatan kelompok konstituen (KK).

Pertemuan tersebut untuk Penguatan Penerimaan Pengaduan, Penyediaan Layanan Komunitas, Advokasi Kebijakan dan Partisipasi Politik. Dilakukan di Kelurahan Ujung Sabbang. Melibatkan Kelompok Konstituen Sipakamase yang terdiri sekira 30-an orang.

Koordinator Program Inklusi Parepare, Abd. Samad Syam menjelaskan, ada satu penambahan penguatan pada kegiatan tersebut jika dibandingkan dengan penguatan KK sebelumnya. Yakni, partisipasi politik.

Baca Juga : Kadisdik Sulsel Pastikan Ijazah Tasming Hamid Asli, TSM: Saya Maafkan yang Menuduh

“Penguatan ini, bagaimana para kelompok Konstituen ini bisa terlibat dalam kegiatan pemilu. Hingga kita harapkan sampai pada kegiatan Pilkada nantinya. Karena, keterlibatan mereka juga sangat berpengaruh pada sebuah kebijakan,” jelas Samad, Sabtu (24/02/2024).

Pada pertemuan itu, ada sesi Focus Group Discussion (FGD). Para KK membahas sejumlah kasus yang mereka tangani. Baik yang telah selesai, maupun yang masih dalam proses. Kata Samad, itu dimaksudkan sebagai wadah evaluasi.

Menurut Samad, ada beberapa kasus yang sering didampingi kelompok konstituen Sipakamase, seperti aktivasi atau peralihan BPJS Kesehatan, KDRT, perkawinan anak, dan bansos.

Baca Juga : Pj Wali Kota Batu Aries Paewai Silaturahmi Keluarga Besar di Sulsel, Sempatkan Jajaki Kerjasama dengan Pemkot Parepare

“Kita juga mengharapkan agar kelompok konstituen hadir di setiap kegiatan Musrenbang, termasuk intens melakukan pertemuan bulanan, dan mendorong sosialisasi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.

Samad juga mengharapkan, KK itu tidak sekadar menjadi kelompok yang mampu menerima aduan. Tetapi, lanjut dia, juga menjadi kelompok penguatan secara ekonomi.

“Kita harus kuatkan ekonominya. Karena persoalan ekonomi adalah mendasar. Karena juga akan menjadi masalah jika kelompok terbentuk tetapi tidak ada penguatan ekonomi. Makanya kedepan itu lagi yang kita dorong,” imbuhnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646