0%
logo header
Senin, 29 Juni 2026 12:49

Aktivitas Industri Keuangan Sulsel Stabil, Aset Perbankan Bukukan Rp215,79 Triliun

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin (kanan) saat memaparkan kondisi sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada Media Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin (kanan) saat memaparkan kondisi sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada Media Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar menilai bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap stabil dan menunjukkan ketahanan hingga posisi April 2026.

Kondisi ini menandakan bahwa sektor jasa keuangan tidak memberikan pengaruh signifikan di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Terutama, pada meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, peningkatan inflasi global dan volatilitas pasar keuangan.

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin mengungkapkan bahwa stabilitas tersebut tercermin dari beberapa indikator sektor jasa keuangan. Salah satunya pada kinerja sektor perbankan melalui pembukuan aset mencapai Rp215,79 triliun secara tahunan atau year on year (yoy).

Baca Juga : 2.169 Pelapor Akses SLIK, OJK Dukung Layanan untuk Penyaluran Kredit Masyarakat

“Pada posisi April 2026, total aset perbankan tumbuh sebesar 5,29 persen yoy menjadi Rp215,79 triliun,” ungkapnya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Pertumbuhan tersebut juga terlihat pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,23 persen secara tahunan menjadi Rp149,46 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit meningkat 5,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp174,60 triliun.

Menurut Muchlasin, capaian tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan masih berjalan efektif. Pertumbuhan simpanan masyarakat diikuti dengan peningkatan penyaluran kredit yang menjadi indikator tetap terjaganya aktivitas ekonomi di daerah.

Baca Juga : Jadi Polresta Gowa, DM Harap Institusi Kepolisian Makin Presisi dan Profesional

“Kami melihat fungsi intermediasi perbankan berjalan dengan baik. Penghimpunan dana masyarakat maupun penyaluran kredit masih tumbuh positif,” katanya.

Tidak hanya sektor perbankan, perkembangan positif juga terlihat pada pasar modal dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB). OJK mencatat partisipasi investor di pasar modal terus meningkat, seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan.

Di sisi lain, berbagai subsektor IKNB juga menunjukkan kinerja yang tetap terjaga. Kondisi tersebut dinilai mampu memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendukung pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Penanganan Scam Dari OJK Dapat Pengakuan Internasional

“Dengan kondisi sektor jasa keuangan yang tetap stabil dan tumbuh positif dipastikan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung,” tegasnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646