0%
logo header
Jumat, 21 Agustus 2026 14:11

Barru Jadi Lokasi Gerakan Tanam Serempak Nasional, Bupati Tekankan Pendampingan Petani

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari
Ket: Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BARRU – Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen menyukseskan Gerakan Tanam Serempak Nasional yang dicanangkan di lahan Kelompok Tani Labu Cai, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Jumat (21/8/2026).

Kabupaten Barru mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak Nasional di Sulawesi Selatan.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas kepercayaan tersebut. Ia menegaskan, penunjukan Barru harus dijawab dengan kerja nyata agar program memberikan manfaat bagi petani.

Baca Juga : Bupati Barru Lantik 154 PNS dan 154 Pejabat, Tegaskan Tidak Ada Praktik Titip Jabatan

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Barru. Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus kita jaga dan kita kawal bersama,” tegasnya.

Andi Ina memastikan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian akan mengawal program secara berkelanjutan, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, hingga produksi.

“Kita siap mengawal program ini agar berhasil maksimal. Jangan hanya tanam, tetapi bagaimana tanaman ini tumbuh, berproduksi dan pada akhirnya memberikan kesejahteraan bagi petani,” ujarnya.

Baca Juga : Andi Ina Paparkan Agenda Strategis Pembangunan Barru di Hadapan Warga KKDB

Ia juga berharap pengembangan pertanian modern mendapat dukungan teknologi, ketersediaan air, pendampingan penyuluh, serta kolaborasi seluruh pihak.

“Pertanian modern membutuhkan kebersamaan. Pemerintah, petani, penyuluh dan seluruh pihak harus bergerak bersama. Kita ingin kepercayaan dari pemerintah pusat ini menghasilkan sesuatu yang nyata bagi petani Barru,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ahmad M.M., menjelaskan bahwa terpilihnya Barru sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari kondisi pertanian daerah yang relatif mampu menghadapi dampak fenomena El Niño.

Baca Juga : Sekda Barru Hadiri Penutupan MTQ KORPRI VIII, Sulsel Raih Juara II

Ia menjelaskan, pemerintah melakukan pemetaan dampak El Niño terhadap seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Hasil pemetaan menunjukkan Kabupaten Barru termasuk daerah yang mengalami dampak relatif kecil. Salah satu faktor pendukungnya adalah percepatan pola tanam yang dilakukan petani pada Maret hingga April.

Dengan pola tersebut, tanaman telah memasuki fase pertumbuhan sebelum dampak El Niño terjadi pada Mei dan Juni.

“Alhamdulillah, Kabupaten Barru terkena dampak El Niño tetapi relatif kecil. Kita melakukan pergerakan tanam lebih awal pada Maret-April, sehingga ketika dampak El Niño terjadi pada Mei dan Juni, tanaman sudah lebih siap,” jelasnya.

Baca Juga : Bupati Barru Ikuti Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V, Lappalaona Jadi Titik Persinggahan

Selain Gerakan Tanam Serempak Nasional, kegiatan tersebut juga menjadi momentum pencanangan PMAAS (Pertanian Modern/Authentic Agriculture System) di Kelompok Tani Labu Cai, Desa Bojo.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Barru menyerahkan bantuan pompa air secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani se-Kabupaten Barru.

Penerapan pertanian modern tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas melalui Indeks Pertanaman (IP) 300. Kelompok Tani Labu Cai menjadi salah satu kelompok yang telah menerapkan pola tersebut.

Baca Juga : Bupati Barru Ikuti Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V, Lappalaona Jadi Titik Persinggahan

Gerakan tanam serempak ini diharapkan menjadi langkah penguatan sektor pertanian Barru menuju sistem yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian RI, Muhammad Amin, Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Dianti Parawansyah, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, camat, kepala desa, penyuluh, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.

Catatan sebelum diterbitkan: Mohon pastikan kembali kepanjangan resmi PMAAS. Naskah sumber menuliskan “Pertanian Modern/Authentic Agriculture System”, sehingga saya mempertahankan istilah tersebut tanpa mengubah nomenklaturnya. Nama dan jabatan pejabat dari Kementerian Pertanian serta Polbangtan Gowa juga sebaiknya dicocokkan dengan daftar hadir resmi.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646