0%
logo header
Selasa, 25 Agustus 2026 21:27

Barru Masuk Sembilan Daerah Penerima SK Manajemen Talenta ASN di Sulsel

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Wali Bupati Barru, Abustan A.Bintang
Ket: Wali Bupati Barru, Abustan A.Bintang

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Barru terus memperkuat penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) untuk membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis kompetensi.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, yang mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, pada pembukaan Ekspose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026 di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (25/8/2026).

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, para bupati dan wali kota atau perwakilannya, serta kepala BKPSDM se-Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Bupati Barru Lantik 154 PNS dan 154 Pejabat, Tegaskan Tidak Ada Praktik Titip Jabatan

Ekspose tahap II menjadi bagian dari upaya mempercepat penerapan manajemen talenta di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 11 instansi berada pada tahap II untuk mengikuti ekspose. Sementara itu, sembilan instansi pada tahap I telah menerima surat keputusan (SK) Manajemen Talenta, dan lima instansi telah melakukan pengisian jabatan melalui mekanisme tersebut.

Kabupaten Barru termasuk dalam sembilan daerah yang telah menerima SK Manajemen Talenta. Capaian ini menandai kesiapan Barru dalam menerapkan sistem pengelolaan talenta ASN sebagai bagian dari penguatan sistem merit.

Dalam arahannya, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mendorong Sulawesi Selatan menjadi contoh praktik terbaik dalam penerapan manajemen talenta ASN. Menurutnya, Sulawesi Selatan berpeluang menjadi provinsi pertama di luar Pulau Jawa yang seluruh pemerintah provinsi dan 24 kabupaten/kotanya menerapkan sistem tersebut.

Baca Juga : Andi Ina Paparkan Agenda Strategis Pembangunan Barru di Hadapan Warga KKDB

Zudan menjelaskan, manajemen talenta merupakan bagian penting dari sistem merit untuk memastikan ASN menempati jabatan sesuai kompetensi, potensi, dan kebutuhan organisasi. Melalui sistem ini, pemerintah juga dapat mengidentifikasi serta mengembangkan talenta ASN untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Ia turut menekankan perlunya perubahan pola kerja birokrasi melalui digitalisasi, inovasi, integritas, dan tata kelola yang adaptif. Selain itu, pemerintah daerah perlu memperkuat manajemen risiko, baik dalam aspek operasional, keuangan, administrasi, maupun reputasi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk mendorong penerapan manajemen talenta hingga 100 persen di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Sekda Barru Hadiri Penutupan MTQ KORPRI VIII, Sulsel Raih Juara II

“Sulawesi Selatan harus semuanya 100 persen manajemen talenta. Tidak terkecuali, tidak boleh ada pengecualian,” tegas Andi Sudirman.

Menurutnya, manajemen talenta memberikan kesempatan kepada ASN untuk berkembang berdasarkan kompetensi dan potensi yang dimiliki. Ia menilai kemampuan seorang ASN terkadang baru terlihat setelah mendapat kesempatan untuk mengemban tanggung jawab.

“Talenta itu kadang tidak terlihat. Kita baru tahu setelah diberikan kesempatan,” ujarnya.

Baca Juga : Bupati Barru Ikuti Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V, Lappalaona Jadi Titik Persinggahan

Menanggapi penerapan sistem tersebut, Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, berharap talent pool dapat segera diterapkan secara optimal. Menurutnya, sistem ini akan membantu pemerintah menentukan pejabat yang tepat untuk mengisi jabatan sesuai kebutuhan organisasi.

“Ya, mudah-mudahan talent pool ini bisa diimplementasikan sesegera mungkin, sehingga kita dalam menentukan pejabat yang mau ditempatkan itu tidak mengalami lagi kendala,” ujarnya seusai kegiatan.

Abustan menilai penerapan talent pool juga dapat mendorong terciptanya birokrasi yang lebih lincah atau agile. Penempatan pejabat berdasarkan kompetensi dan data talenta diharapkan membuat proses pengisian jabatan lebih objektif serta mengurangi dinamika antarkandidat.

Baca Juga : Bupati Barru Ikuti Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V, Lappalaona Jadi Titik Persinggahan

“Sehingga bisa menjadikan birokrasi yang lincah atau agile. Kemudian tidak ada riak-riak antara satu calon dengan yang lainnya,” pungkasnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646