0%
logo header
Minggu, 22 Mei 2022 10:55

Bimtek Penjabat Kades di Sinjai Dinilai tidak Efektif, Penyelenggara Diduga Ambil Kesempatan

Peserta saat mengikuti Bimtek di Hotel Grand Asia, foto: Protokoler Setdakab Sinjai
Peserta saat mengikuti Bimtek di Hotel Grand Asia, foto: Protokoler Setdakab Sinjai

REPUBLIKNEWS.CO.ID,SINJAI — Bimbingan Teknis yang diikuti penjabat Kepala Desa se Kabupaten Sinjai di Hotel Grand Asia Makassar dinilai tidak efektif. Pasalnya, kegiatan tersebut dianggap menghabiskan anggaran disisa diakhir masa jabatannya.

Seharusnya, penjabat kepala desa memberikan kesempatan kepada kepala desa terpilih untuk menyisakan anggaran diawal masa kepemimpinannya agar mengikuti peningkatan sumber daya manusia.

“Saya yakin hasil bimtek di Makassar tidak bisa diimplementasikan karena masa jabatannya akan berakhir. Penjabat kades seakan-akan diduga hanya menghabiskan anggaran,” ujar Presidium LSM Sinjai Geram, Awaluddin Adil, Minggu (22/5/2022).

Bahkan, kata Awaluddin, Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai juga memberikan ruang kepada penyelenggara Bimtek disaat momentum tidak tepat karena masa jabatan penjabat kepala desa akan berakhir dan kepala desa terpilih tidak lama lagi akan dilantik.

“Pemerintah daerah harusnya berpikir dan mempersiapkan pelantikan yang dianggap sudah molor. Bukan memberi ruang menggelar bimtek diakhir jabatan Penjabat Kades,” ungkapnya.

Disisi lain menurut Awaluddin, pihaknya tidak pernah mempermasalahkan kegiatan bimtek, namun waktunya tidak tepat. Dan seolah-olah penyelenggara Bimbingan Teknis pun diduga memanfaatkan momentum tersebut untuk mencari kesempatan dan peluang bisnis.

Sementara itu, Ketua Lembaga Fasilitasi Management Pemerintah Daerah (LFMPD), Hj. Muafiah mengatakan jika kontribusi kegiatan bimtek ini sudah sesuai aturan yang ada di Peraturan Bupati sebesar Rp4 juta rupiah.

“Kegiatan Bimtek pasti ada untung, tetapi selama kontribusi sesuai dengan Perbup kan tidak ada masalah,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Bimbingan Teknis yang mengangkat tema “Sinergitas Pemerintah Desa dan BPD dalam Mewujudkan Pemerintah Desa yang Baik dan Bersih (Good and Clean Governance) Menuju Kesejahteraan” berlangsung 20-23 Mei 2022 atau berakhir hari dan diikuti BPD dan Penjabat Kepala Desa sebanyak 92 peserta. (Asrianto)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646