0%
logo header
Jumat, 18 Maret 2022 13:15

BUMD Merauke Siap Serap dan Pasarkan Hasil Pertanian OAP

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Direktur BUMD Malind Kanamin, Direktrur PT. Sinar Nusantara bersama para Kelompok Tani OAP di Distrik Merauke. (Foto.Hendrik/republiknews.co.id)
Direktur BUMD Malind Kanamin, Direktrur PT. Sinar Nusantara bersama para Kelompok Tani OAP di Distrik Merauke. (Foto.Hendrik/republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Malind Kanamin Kabupaten Merauke bekerja sama dengan PT Sinar Nusantara menggelar Sosialisasi Kegiatan Perumda Aneka Usaha Bersama Petani Orang Asli Papua (OAP) yang dilaksanakan di Aula Distrik Merauke, Kamis (17/03/2022).

Sosialisasi yang digelar bertujuan memberikan pemahaman kepada para petani lokal orang asli Papua (OAP) perihal penyerapan hasil-hasil produksi pertanian. Mengingat, selama ini petani lokal OAP di wilayah Distrik Merauke mengalami kesulitan dalam hal memasarkan hasil produksinya pada saat pasca panen.

Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Malind Kanamin Kabupaten Merauke, Vinsensius Gebze, Amd Keu mengatakan peran BUMD adalah menjadi wadah yang menampung dan mengatasi kesulitan petani lokal OAP di wilayah Merauke dalam memasarkan hasil-hasil produksi pertaniannya.

Baca Juga : Paslon Bisa Ajukan Gugatan ke MK, Pasca KPU Papua Selatan Umumkan Penetapan Suara Pilgub 2024

“BUMD Malind Kanamin hadir untuk peningkatan ekonomi masyarakat terutama masyarakat. Kita bicara petani OAP perlu ada dukungan, sehingga mereka mengetahui kehadiran BUMD di Merauke ini untuk menyerap potensi hasil-hasil pertanian masyarakat di tingkat yang paling bawah,” ungkap Vinsen Gebze kepada republiknews.co.id di sela-sela kegiatan sosialisasi kepada Kelompok Tani OAP di wilayah Distrik Merauke, Kamis (17/03/2022).

Dia meyakinkan petani OAP bahwa BUMD Malind Kanamin sudah menyiapkan pasar untuk penyerapan beras dan potensi hasil pertanian lainnya, sehingga petani lokal tidak mengalami kesulitan dalam hal pemasaran hasilnya.

“Kita hadir untuk melayani masyarakat terutama potensi hasil tani lokal di Merauke ini yakni beras yang menjadi komoditas yang besar. Kerjasama sudah saya tanda tangani untuk kuota beras 15 ribu ton tahun ini dan hasil petani OAP ada dalam kuota itu, sehingga masyarakat lokal kita ini juga terlayani.

Baca Juga : Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 di Papua Selatan 78,12 Persen, Masih Tinggi Dibanding Nasional

“Kita hadir untuk petani, memberi support kepada petani, meningkatkan semangat tanam, sehingga saat pasca panen sudah ada pasar yang disiapkan untuk menyerap hasil mereka,” kata Vinsen optimis.

Sementara itu, Direktur PT Sinar Nusantara, Wismo Pahargyan mengatakan pihaknya hadir di Merauke dalam rangka menjalin kerjasama dengan BUMD Malind Kanamin dalam hal pembelian beras petani di Kabupaten Merauke. Lahan pertanian di Merauke yang sangat luas dapat dijadikan lumbung ketahanan pangan nasional.

“Kita sudah tanda tangan kontrak tahun kemarin untuk pembelian beras 15 ribu ton per tahun. Jadi untuk target pembelian beras per bulan sekitar 1.200 ton. Kenapa di sini kita lakukan, karena itu kan jumlah yang sangat besar. Pasar juga sudah siapkan. Jadi untuk petani-petani Merauke ini tidak perlu kuatir lagi untuk masalah pemasaran.

Baca Juga : KPU Papua Selatan Umumkan Pemenang Pilgub 2024, Safanpo-Imadawa Raih Suara Tertinggi

“Kita juga akan bekerja sama dengan pemilik tanah adat, akan kita buka lahan untuk kita kerjakan dengan sistem kerjasama. Kedepannya setelah kita menanam padi juga ada komoditi lain seperti jagung, singkong dan sebagainya. Pasarnya juga sudah kita siapkan, jadi tidak usah kuatir masalah itu,” kata Wismo Pahargyan meyakinkan.

Kepala Distrik Merauke, Herman Kanggion mengakui masalah pemasaran hasil-hasil pertanian menjadi salah satu kendala yang dihadapi para petani khususnya OAP di wilayah Distrik Merauke. Dia mengapresiasi BUMD Malind Kanamin dan PT Sinar Nusantara yang menggagas upaya penyerapan hasil-hasil petani lokal khusus beras untuk dipasarkan ke skala regional maupun nasional.

“Saya berterima kasih kepada Direktur BUMD Malind Kanamin dan PT Sinar Nusantara atas partisipasi dan koordinasi yang sangat luar biasa untuk mengatasi kesulitan petani kami. Inilah perahu masyarakat yang menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan petani dalam memasarkan hasil yang selama ini menjadi kendala mereka,” ucap Herman Kanggion.

Baca Juga : KPU Papua Selatan Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pilgub 2024

Herman menyebutkan ada 17 kelompok tani OAP yang terdapat di wilayah Distrik Merauke. Kendala yang dihadapi petani lokal ini, selain dari sisi pasar juga menyangkut alat-alat sistem pertanian (Alsintan) yang sangat terbatas. Hal tersebut menjadi pemicu menurunnya minat dan semangat tanam petani lokal.

“Ketika mereka tanam hasilnya selalu turun naik. Sesuatu yang dihadapi petani lokal ini, semangat tanam mereka ada, tetapi pasar dan harganya susah. Dengan hadirnya BUMD dan mitra yang ada saat ini, saya sangat bangga dan berterima kasih yang luar biasa. Saya selaku kepala distrik mendukung penuh terutama menyangkut kehidupan ekonomi masyarakat. Dengan hadirnya BUMD dan mitranya ini, kedepan bisa meningkatkan taraf hidup kesejahteraan petani lokal,” ungkap Herman.

Manajer Perencanaan Operasional BUMD Malind Kanamin, Siprianus Muda, mengungkapkan inti dari sosialisasi Perumda Aneka Usaha Bersama Petani Orang Asli Papua (OAP) ini adalah membangun kerjasama untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Pola kemitraan yang dipapar ke mitra kerja tujuan utamanya adalah saling menguatkan antara BUMD Malind Kanamin, mitra kerja dan petani lokal OAP.

Baca Juga : KPU Papua Selatan Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pilgub 2024

Hadirnya BUMD ini di Merauke tujuan utamanya bagaimana kesejahteraan anak negeri bisa ditingkatkan. Kelompok-kelompok tani OAP ini, setiap tahun memiliki hasil produksi yang cukup berlimpah, tetapi pasarnya sangat kurang. Nah, kehadiran kami di sini membantu lewat pemasaran, lalu kita mendorong penguatan ekonomi di tingkat petani.

“Salah satu fokus kegiatan kita adalah membangun kekuatan ekonomi lokal. Karena kalau produksi petani lokal ada, pasar tidak ada, ya sama saja. Ini menjadi prioritas kami. Pasar sudah kami siapkan dan mitra kami PT Sinar Nusantara sebagai distributor siap menyerap hasil-hasil petani,” papar Siprianus.

Siprianus menambahkan, selain kerjasama dengan PT Sinar Nusantara dalam pendistribusian beras, BUMD Malind Kanamin juga akan menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan di Papua Nugini yang membutuhkan 20 ribu ton per bulan dan juga salah satu perusahaan di Malang Jatim dalam hal kerjasama beras dan ikan. Kebutuhan ikan yang akan dipasok rata-rata 1-2 kontainer per bulan.

Baca Juga : KPU Papua Selatan Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pilgub 2024

“Artinya pasar ini cukup luas. Kami sendiri terkendala di modal, maka solusinya harus ada mitra. Pola kerjasama yang dibangun harus saling menguntungkan, saling menjaga kepercayaan dan sama-sama penopang,” tutupnya.

Penulis : Hendrik
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646