REPUBLIKNEWS.CO.ID, KONAWE UTARA — Bagi sebagian siswa, menuju laboratorium komputer mungkin hanya berarti berjalan beberapa langkah dari ruang kelas. Namun, bagi siswa SMKN 1 Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, pengalaman itu pernah memiliki makna yang jauh berbeda.
Demi mengikuti praktik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mereka harus menempuh perjalanan sekitar puluhan kilometer menuju sekolah lain.
Perjalanan tersebut bukan dilakukan sesekali, melainkan menjadi bagian dari rutinitas pembelajaran selama bertahun-tahun. Keterbatasan fasilitas membuat proses belajar praktik komputer harus menyesuaikan jadwal sekolah tujuan. Waktu belajar berkurang, biaya transportasi bertambah, dan kesempatan siswa untuk mengembangkan keterampilan digital pun menjadi terbatas.
Baca Juga : KPPU Makassar dan Pemkab Takalar Perkuat Sinergi Pengawasan Persaingan Usaha
Kini, cerita itu tinggal kenangan.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi pada 2025 membangun laboratorium TIK di SMKN 1 Konawe Utara. Sebanyak 25 unit komputer beserta fasilitas pendukung dihadirkan untuk menunjang proses pembelajaran 120 siswa dan 23 tenaga pendidik.
Setahun sejak laboratorium tersebut mulai dimanfaatkan, perubahan nyata mulai dirasakan di lingkungan sekolah. Ruang yang sebelumnya tidak dimiliki kini menjadi pusat aktivitas belajar berbasis teknologi. Praktik komputer dapat dilaksanakan setiap hari tanpa harus meninggalkan lingkungan sekolah, sementara para siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk memperdalam kompetensi digital yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.
Baca Juga : Reses di Bara-Baraya Selatan, Fauzi Andi Wawo Dorong Pendampingan Keluarga Lewat Program KK Binaan
Kepala SMKN 1 Konawe Utara, Iswan Lahadi, mengatakan keberadaan laboratorium TIK telah mengubah wajah pembelajaran di sekolahnya.
“Selama kurang lebih satu tahun terakhir, laboratorium TIK ini telah memberikan perubahan yang sangat besar bagi proses belajar mengajar di sekolah kami. Seluruh pembelajaran praktik komputer kini dapat dilaksanakan di sekolah tanpa harus lagi menempuh perjalanan ke sekolah lain,” ujarnya, dalam keterangannya.
Tidak hanya menghadirkan fasilitas baru, laboratorium tersebut juga membuka akses belajar yang sebelumnya sulit dijangkau. Para guru kini dapat menyusun pembelajaran praktik secara lebih leluasa, sementara siswa memperoleh waktu belajar yang lebih optimal tanpa terkendala perjalanan panjang.
Baca Juga : Gelombang Kedua Dibuka, Beasiswa Kalla 2026 Siap Cetak Generasi Peduli Lingkungan Sosial
“Dari bantuan ini waktu belajar siswa menjadi lebih efektif, biaya transportasi dapat dihemat, dan yang terpenting, siswa memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengasah kemampuan digital mereka. Kami benar-benar merasakan manfaat dari bantuan yang diberikan PLN,” terangnya.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha menegaskan bahwa bagi PLN, manfaat yang terus dirasakan masyarakat menjadi ukuran utama keberhasilan setiap program TJSL.
Ia berharap, laboratorium tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Utara.
Baca Juga : KKS-DIGIFEST 2026: BI Sulsel Percepat Transformasi Ekonomi Digital UMKM Wastra
“Kami bersyukur laboratorium TIK di SMKN 1 Konawe Utara ini terus dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa dan juga guru. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi digital generasi muda sehingga mereka tidak tertinggal dan siap menghadapi era digital yang semakin modern,” katanya.
Pembangunan laboratorium TIK merupakan salah satu bentuk kontribusi PLN bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Andowia–Kendari. Melalui program TJSL, perusahaan berupaya memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya menghadirkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Di SMKN 1 Konawe Utara, manfaat itu kini dapat dirasakan setiap hari. Ruang laboratorium yang dipenuhi deretan komputer telah menggantikan perjalanan puluhan kilometer yang dulu menjadi bagian dari proses belajar. Waktu yang sebelumnya habis di perjalanan kini berubah menjadi kesempatan untuk belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan digital.
Baca Juga : KKS-DIGIFEST 2026: BI Sulsel Percepat Transformasi Ekonomi Digital UMKM Wastra
Apa yang dahulu menjadi tantangan kini telah bertransformasi menjadi peluang. Laboratorium TIK bukan sekadar ruang berisi komputer, melainkan simbol perubahan yang membuka jalan bagi lahirnya generasi muda Konawe Utara yang lebih siap menghadapi masa depan di era digital.
