0%
logo header
Rabu, 26 Agustus 2026 15:29

Bupati Barru Bahas Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah Bersama Wagub Sulsel

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari
Ket: Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Barru mendorong optimalisasi potensi daerah untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Hal tersebut dibahas dalam audiensi Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (26/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Andi Ina didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Hania, Kepala Dinas Lingkungan Hidup A. Adnan Azis, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Ahmad, serta Kepala Dinas PMPTSP S. Rifatullah Akil.

Baca Juga : Bupati Barru Lantik 154 PNS dan 154 Pejabat, Tegaskan Tidak Ada Praktik Titip Jabatan

Andi Ina memaparkan sejumlah potensi, peluang, dan tantangan ekonomi Barru, mulai dari sektor pertanian, perikanan, perindustrian, UMKM, pariwisata hingga perdagangan. Menurutnya, seluruh potensi tersebut perlu dikelola secara terintegrasi agar mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah tidak hanya dituntut menghemat belanja, tetapi juga perlu mengembangkan inovasi, hilirisasi produk, pengolahan hasil komoditas, dan perluasan akses pasar untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Salah satu gagasan yang mendapat tanggapan positif dari Fatmawati adalah program ekonomi berkecukupan, termasuk pemanfaatan lahan kosong untuk menanam tanaman produktif. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus membuka sumber pendapatan baru.

Baca Juga : Andi Ina Paparkan Agenda Strategis Pembangunan Barru di Hadapan Warga KKDB

Fatmawati, didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan Since Erna Lamba, mendorong Barru mengembangkan produk unggulan yang dapat menjadi identitas daerah. Sejumlah komoditas seperti kemiri, gula merah, nanas, udang, dan kopi dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan.

Gula merah, misalnya, dapat diolah menjadi gula merah bubuk untuk memenuhi kebutuhan warung kopi. Selama ini, sebagian pasokan produk tersebut masih didatangkan dari Pulau Jawa. Kondisi ini membuka peluang bagi industri lokal Barru untuk mengisi pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas.

Sementara itu, produksi nanas Barru didorong menembus pasar yang lebih luas melalui rencana kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas penyerapan nanas oleh hotel, restoran, dan sektor kuliner.

Baca Juga : Sekda Barru Hadiri Penutupan MTQ KORPRI VIII, Sulsel Raih Juara II

Dalam pengembangan hilirisasi dan penguatan UMKM, produk RONA (Roti Nanas) dan KOBAR (Kopi Barru) juga diarahkan menjadi produk unggulan daerah. Pengembangannya perlu didukung peningkatan kualitas, kemasan, dan strategi pemasaran.

Untuk memperkuat arah pembangunan ekonomi, Fatmawati meminta Pemkab Barru menyusun pemetaan ekonomi daerah yang mencakup potensi komoditas, kapasitas produksi, pelaku usaha, industri pengolahan, pasar, hingga peluang investasi.

Ia juga mendorong penguatan identitas daerah dengan mengangkat udang dan nanas sebagai komoditas khas Barru. Selain itu, kawasan Garongkong diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung konektivitas, distribusi, dan aktivitas ekonomi daerah.

Baca Juga : Bupati Barru Ikuti Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V, Lappalaona Jadi Titik Persinggahan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan kesiapan mendukung pengembangan UMKM Barru, terutama melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, inovasi produk, dan perluasan akses pemasaran.

Audiensi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara Pemkab Barru dan Pemprov Sulsel dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah. Optimalisasi komoditas lokal diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membuka peluang sumber pendapatan asli daerah (PAD) secara berkelanjutan.

Catatan penyuntingan: Saya mengubah frasa “mencetak uang dari potensi sendiri” menjadi uraian yang lebih informatif dan menghindari pengulangan gagasan pada bagian penutup.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646