REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANTAENG — Di tengah hamparan perbukitan Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, aroma gurih kacang tiras atau singkatan dari tiga rasa yang baru diolah menjadi pertanda lahirnya harapan baru.
Di rumah produksi sederhana milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattiro Bulu, para pengelola bersama warga setempat terus mengolah potensi lokal menjadi sumber penghidupan yang mampu menggerakkan roda ekonomi desa.
Usaha produksi kacang tiras yang dikelola BUMDes Mattiro Bulu bukan sekadar menghadirkan produk olahan khas daerah. Lebih dari itu, usaha ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan sekaligus membuka kesempatan kerja di kampung halamannya sendiri.
Baca Juga : DM Ajak Pengurus KONI Maros Tak Abaikan Atlet Beprestasi di Daerah
Namun, perjalanan menuju usaha yang mandiri tidak selalu mudah. Keterbatasan fasilitas produksi, minimnya peralatan usaha, hingga terbatasnya sarana distribusi menjadi tantangan yang selama ini menghambat peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar.
Melihat potensi sekaligus tantangan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi hadir melalui Program Pendampingan UMKM dan Bantuan Alat Usaha BUMDes Mattiro Bulu. Program ini menjadi wujud nyata komitmen PLN untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan juga membawa manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangunan.
Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa renovasi rumah produksi, tetapi juga pengadaan berbagai peralatan usaha, kendaraan operasional untuk distribusi, serta bantuan bahan baku dan kemasan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, menjaga kualitas produk, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran sehingga usaha desa dapat berkembang secara berkelanjutan.
Baca Juga : PLTM Salu Noling Berhasil Energize, Dukung Energi Bersih untuk Sulsel
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saat ini PLN UIP Sulawesi tengah membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Punagaya–Bantaeng sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan. Sejalan dengan pembangunan tersebut, kami juga berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujar Aditya.

Menurutnya, penguatan usaha yang dikelola BUMDes merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Berbagi Puluhan Paket Sembako ke Warga Mamasa
“Melalui Program Pendampingan UMKM dan Bantuan Alat Usaha BUMDes Mattiro Bulu, kami berharap kapasitas produksi, kualitas produk, dan jangkauan pemasaran dapat terus meningkat. Dengan demikian, usaha ini dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian desa,” tambahnya.
Bagi pengurus BUMDes Mattiro Bulu, dukungan tersebut menjadi suntikan semangat untuk melangkah lebih jauh. Ketua BUMDes Mattiro Bulu, Faisal, mengaku bantuan yang diterima menjawab kebutuhan utama yang selama ini menjadi kendala dalam pengembangan usaha.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UIP Sulawesi atas bantuan berupa renovasi rumah produksi, pengadaan peralatan usaha, kendaraan operasional untuk distribusi, serta bantuan bahan baku dan kemasan. Dukungan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki proses usaha, dan menjaga kualitas produk,” ungkap Faisal.
Baca Juga : Komisi V DPR RI Dorong Penambahan Anggaran Pelayaran 3T
Dengan fasilitas yang lebih memadai, BUMDes kini optimistis mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami optimistis usaha BUMDes Mattiro Bulu dapat terus berkembang, menjangkau pasar yang lebih luas, serta memberikan tambahan pendapatan dan kesempatan kerja bagi masyarakat Desa Bonto Tiro,” lanjutnya.
Optimisme serupa juga disampaikan Kepala Desa Bonto Tiro, Arman. Menurutnya, kehadiran PLN UIP Sulawesi tidak hanya terlihat melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga melalui perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga : Komisi V DPR RI Dorong Penambahan Anggaran Pelayaran 3T
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UIP Sulawesi atas bantuan dan pendampingan yang diberikan kepada BUMDes Mattiro Bulu. Program ini menjadi dukungan penting dalam mengembangkan potensi ekonomi desa sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya.
Di Desa Bonto Tiro, pembangunan kini memiliki makna yang lebih luas. Bukan hanya berdirinya jaringan listrik yang memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Selatan, tetapi juga tumbuhnya usaha-usaha lokal yang memberi kehidupan bagi masyarakat.
Melalui sinergi bersama pemerintah desa dan BUMDes, PLN UIP Sulawesi menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, menghadirkan manfaat yang tidak hanya menerangi wilayah, tetapi juga menyalakan harapan menuju desa yang lebih mandiri dan sejahtera.
