0%
logo header
Jumat, 08 Mei 2026 08:53

Diskominfo-SP Gowa Ajak ASN Sadar Keamanan Siber di Ruang Digital

Chaerani
Editor : Chaerani
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter didampingi Kepala Dinas Diskominfo-SP Kabupaten Gowa, Emy Pratiwi Luthfy dan Sekretaris Diskominfo-SP Gowa, Widiah Restuti Hasan saat hadir dalam pembukaan Webinar Peningkatan Cyber Security Awareness Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2026, di Peace Room A'Kio, Kantor Bupati Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter didampingi Kepala Dinas Diskominfo-SP Kabupaten Gowa, Emy Pratiwi Luthfy dan Sekretaris Diskominfo-SP Gowa, Widiah Restuti Hasan saat hadir dalam pembukaan Webinar Peningkatan Cyber Security Awareness Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2026, di Peace Room A'Kio, Kantor Bupati Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Gowa mengajak seluruh jajaran Aparatur Sipil Negera (ASN) dalam meningkatkan kesadaran terhadap keamanan siber.

Salah satu upaya preventif yang dilakukan dengan menggelar Webinar Peningkatan Cyber Security Awareness Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2026 bertajuk “Satu Langkah Lebih Nyaman: Budaya Keamanan Siber sebagai Gaya Hidup Kerja ASN”.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat transformasi digital melalui peningkatan kesadaran keamanan siber bagi ASN.

Baca Juga : Sasar 4 Kecamatan, OJK Sultra Ajak Masyarakat Kenali Layanan Jasa Keuangan Aman dan Legal

Menurutnya, percepatan implementasi pemerintahan digital harus dibarengi dengan penguatan budaya keamanan siber di seluruh lini pelayanan publik. Olehnya, ancaman siber seperti phishing, pembajakan akun hingga ransomware kini menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi seluruh ASN.

“Semakin tinggi ketergantungan kita pada teknologi, maka semakin tinggi pula risiko ancaman siber yang kita hadapi. Karena itu, keamanan siber harus menjadi budaya dan gaya hidup kerja ASN,” ujarnya, saat membuka kegiatan, di Peace Room A’Kio, Kantor Bupati Gowa, kemarin.

Ia menjelaskan, sebagian besar insiden kebocoran data justru terjadi akibat human error atau kelalaian pengguna, bukan semata karena lemahnya sistem digital. Satu kesalahan kecil, seperti membagikan password atau mengklik tautan palsu, dapat berdampak besar terhadap sistem pelayanan pemerintahan.

Baca Juga : OJK Sultra Gandeng Lintas Sektor Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Kepulauan

“Keamanan siber bukan aturan yang membatasi ruang gerak pegawai, melainkan kebutuhan yang memberikan rasa aman dan kenyamanan dalam bekerja,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Diskominfo-SP Kabupaten Gowa, Emy Pratiwi Luthfy mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan membangun literasi dan kepedulian aparatur terhadap pentingnya menjaga aset digital pemerintah daerah.

“Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menyelaraskan tata kelola keamanan informasi di tingkat OPD guna meningkatkan skor IKASANDI Kabupaten Gowa,” ungkapnya.

Baca Juga : Husniah Talenrang Ditunjuk Jadi Wakil Sekjend DPP PAN

Sekaligus, lanjut Emy untuk mempererat koordinasi dan kolaborasi pengelolaan persandian lintas kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646