0%
logo header
Kamis, 19 Maret 2026 05:38

Dokter Koboi Ingatkan Ancaman Penyakit Metabolik Saat Idulfitri 1447 H, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Kesehatan

Rizal
Editor : Rizal
Praktisi kesehatan, dr Wachyudi Muchsin atau dikenal sebagai Dokter Koboi. (Foto: Istimewa)
Praktisi kesehatan, dr Wachyudi Muchsin atau dikenal sebagai Dokter Koboi. (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi saat yang penuh kebahagiaan, silaturahmi, dan kehangatan keluarga. Namun di balik hidangan khas Lebaran yang menggoda, tersimpan potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Praktisi kesehatan, dr Wachyudi Muchsin atau dikenal sebagai Dokter Koboi, mengingatkan bahwa penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan asam urat kerap mengintai setelah perayaan Idulfitri.

“Setelah sebulan tubuh beradaptasi dengan pola puasa yang lebih teratur, saat Lebaran justru terjadi lonjakan konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan purin Ini bisa memicu gangguan kesehatan secara tiba-tiba,” ujar Dokter Koboi.

Baca Juga : Turun Langsung Lakukan Pengawasan APBD, Edward Horas Pastikan Data Sesuai Kondisi Riil

Dokter Wachyudi menjelaskan bahwa hidangan khas seperti opor ayam, rendang, sambal goreng, serta aneka kue kering dan minuman manis dapat meningkatkan risiko diabetes, akibat lonjakan gula darah dari konsumsi makanan dan minuman manis hipertensi dipicu oleh asupan garam dan lemak berlebih kolesterol tinggi.

Akibat lemak jenuh dari santan dan daging serta asam urat karena konsumsi jeroan dan makanan tinggi purin.

Menurutnya, fenomena “balas dendam makan” setelah berpuasa sering menjadi penyebab utama meningkatnya kasus gangguan kesehatan pasca Lebaran.

Baca Juga : Lewat Forum Komunikasi Publik, Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Layanan Serta Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

“Tidak sedikit pasien yang justru mengalami serangan akut setelah Idulfitri mulai dari gula darah melonjak tekanan darah naik hingga nyeri sendi akibat asam urat,” jelasnya.

Dokter Koboi, sapaan karib Wachyudi Muchsin, menegaskan bahwa kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk usia muda, terutama jika tidak menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.

Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat untuk,
mengontrol porsi makan dan tidak berlebihan.

Baca Juga : Dikunjungi Taruna Ikrar, CryoCord Tertarik Investasi dan Kolaborasi Teknologi Sel di Indonesia

Membatasi makanan bersantan, berlemak, dan tinggi gula, serta memperbanyak konsumsi air putih dan buah. Tetap aktif bergerak atau berjalan kaki setelah makan.

Rutin memantau tekanan darah dan gula darah khususnya bagi penderita penyakit kronis.

“Idulfitri adalah momentum kemenangan dan kebahagiaan Jangan sampai berubah menjadi awal munculnya penyakit. Kunci utamanya adalah keseimbangan nikmati hidangan tapi tetap bijak,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646