0%
logo header
Minggu, 17 Juli 2022 19:34

Gubernur Kalsel Ungkap Rahasia Andi Amran Sulaiman Mampu Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Andi Amran Sulaiman saat menjabat sebagai Menteri Pertanian RI 2014-2019 bersama Presiden Joko Widodo, meninjau lahan padi milik masyarakat. (Istimewa)
Andi Amran Sulaiman saat menjabat sebagai Menteri Pertanian RI 2014-2019 bersama Presiden Joko Widodo, meninjau lahan padi milik masyarakat. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANJARMASIN — Gubernur Kalimantan selatan menyebut kemajuan pertanian diwilayahnya mengalami perkembangan sangat pesat berkat berbagai kebijakan fundamental yang diletakkan menteri pertanian Andi Sulaiman dirasakan hingga saat ini.

Pernyataan ini disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Gubernur Kalimantan Selatan Faried Fakmansyah dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Alumni Mahasiswa Makassar Indonesia (ILUMMI) beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, faried Fakmansyah mengungkapkan berbagai kebijakan yang bersifat fundamental yang mengubah wilayah  Kalimantan selatan  sebagai kandidat terkuat sebagai  lumbung pangan nusantara.

Baca Juga : Amran Sulaiman Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Persawahan Merauke

“Obsesi Andi Amran Sulaiman sebagai menteri pertanian wujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia sangat jelas arah dan programnya, diantaranya membangunkan salah satu kekuatan yang selama ini dibiarkan tertidur dan terlantar yakni  jutaan ha  lahan rawa, didukung alat mekanisasi dan pelibatan generasi muda yang massif melalui Gerakan Pemuda Tani (Gempita” tutur  Faried.

Mengetahui adanya lahan rawa tidur seluas 34,1 juta ha membuat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bergerak cepat membuat program untuk membangunkan lahan rawa tidur yang ada di Indonesia dengan potensi maksimal.

“Tersebar di enam provinsi yakni Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sumatera Selatan (Sumsel), Sulawesi Selatan (Sulsel), Jambi dan Lampung,” kutip faried .

Baca Juga : Wujudkan Merauke Lumbung Pangan, Menteri Pertanian Dorong Mekanisasi Lahan Pertanian

“Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) menjadi program yang diusung Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencapai memaksimalkan potensi lahan rawa yang ada di Indonesia, menambah luasan  produksi padi dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Fokus kegiatan yang dilaksanakan pada Program SERASI ini meliputi perbaikan infrastruktur jaringan tata air, tanggul, jalan usaha tani, pintu air, pompanisasi, alsintan, dan saprodi serta escavator.

Selain tanaman padi, pada program SERASI dikembangkan komoditas lainnya seperti ikan, ternak bebek, tanaman hortikultura sayuran dan jeruk, sehingga terdapat diversifikasi pendapatan petani.

Baca Juga : Mentan Amran Serahkan Bantuan Pertanian Senilai Rp 410 Miliar di Sulsel

“Dengan Program SERASI mampu menjadikan lahan rawa pasang surut sebagai lumbung pangan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani,” paparnya.

“Sampai sekarang program Serasi (Selamatkan Rawa Selamatkan Petani) masih terus berlangsung hingga sekarang ini. Setiap hari tanam setiap hari panen,” ungkapnya.

Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Faried, program bangunkan lahan rawa ini didukung oleh sumber daya anak muda yang di rekrut melalui Gerakan Pemuda tani (Gempita), puluhan ribu generasi muda di Kalimantan Selatan dengan  bangga kembali bekerja di sektor pertanian,  mereka dilatih untuk mengoperasikan alat-alat mekanisasi guna menunjang program  bangunkan rawa.

Baca Juga : Mentan Amran Sulaiman Sebut Merauke Surganya Pertanian di Timur Indonesia

“Jutaan lahan rawa yang tertidur dan perhatian generasi muda yang tidak melirik potensi  ini mampu dilembagakan dan dikolaborasikan secara tepat dan cepat oleh menteri Andi Amran sulaiman” imbuhnya.

Sebagai perbandingan data, swasembada era 1984, produksi beras nasional 25,8 juta ton, konsumsi beras nasional 27 juta ton per tahun, dan masih ada impor beras 414.000 ton untuk konsumsi penduduk 164 juta jiwa. Sementara swasembada 2019, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini 267 juta jiwa dan konsumsi beras secara nasional 32,4 juta ton pertahun, pemerintah mampu produksi beras nasional 34.9 juta ton dan tidak melakukan impor sepanjang tahun 2019. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646