0%
logo header
Jumat, 12 Juni 2026 14:09

Industri Asuransi Nasional Berhasil Bukukan Aset Rp1.202 Triliun Hingga April 2026

Chaerani
Editor : Chaerani
ilustrasi pembiayaan dan perusahaan asuransi. (Dok. akseleran.co.id)
ilustrasi pembiayaan dan perusahaan asuransi. (Dok. akseleran.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Stabilitas sektor jasa keuangan, khususnya pada industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) tercatat tumbuh positif hingga April 2026.

Pada industri tersebut aset asuransi yang dibukukan mencapai Rp1.202,16 triliun atau naik 3,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari posisi yang sama di tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas PPDP, Otoritas Jasa Keuangan, Ogi Prastomiyono mengatakan, dari sisi asuransi komersil, total aset mencapai Rp984,20 triliun atau naik 4,65 persen secara tahunan. Adapun kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi pada periode April 2026 mencapai Rp116,01 triliun.

Baca Juga : 2.169 Pelapor Akses SLIK, OJK Dukung Layanan untuk Penyaluran Kredit Masyarakat

“Kondisi ini mencatatkan terkontraksi 0,36 persen yoy, terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh 3,28 persen yoy dengan nilai sebesar Rp62,58 triliun, dan premi asuransi umum dan reasuransi yang terkontraksi sebesar 4,32 persen yoy dengan nilai sebesar Rp53,43 triliun,” jelasnya, dalam keterangannya, kemarin.

Industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 476,11 persen dan 311,74 persen (di atas threshold sebesar 120 persen).

Ogi menambahkan, untuk asuransi non komersil yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta program asuransi ASN, TNI, dan POLRI terkait program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, total aset tercatat sebesar Rp217,96 triliun atau terkontraksi sebesar 1,95 persen yoy.

Baca Juga : Jadi Polresta Gowa, DM Harap Institusi Kepolisian Makin Presisi dan Profesional

Di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per April 2026 tumbuh sebesar 6,12 persen yoy dengan nilai mencapai Rp1.690,64 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,63 persen yoy dengan nilai mencapai Rp410,14 triliun.

Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan POLRI, total aset mencapai Rp1.280,50 triliun atau tumbuh sebesar 10,13 persen yoy.

“Pada perusahaan penjaminan, pada April 2026 nilai aset terkontraksi sebesar 1,28 persen secara tahunan menjadi Rp46,73 triliun. Sementara pada Maret 2026 tumbuh 0,77 persen yoy,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646