Jelang Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Terbatas, Pemkab Gowa Mulai Susun SOP

0
Ilustrasi pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas yang mulai dilakukan pemerintah daerah. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa merencanakan akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada Juli 2021 mendatang. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Olehnya untuk mempersiapkan rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan setempat dalam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pembelajaran tatap muka.

“Apabila seluruh tenaga pendidikan telah selesai divaksin kita tinggal menunggu SOP disahkan, maka pembelajaran tatap muka sudah bisa dilaksanakan. Apalagi memang penentuan pelaksanaan PTM merupakan hak prerogatif dari pemerintah daerah,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Jumat (09/04/2021) kemarin.

Menurutnya, SOP ini harus disusun secara holistik, dimana tidak hanya berfokus pada proses di kelas saja, tetapi seluruh wilayah di dalam sekolah harus diperhatikan. Hal ini tentunya untuk menghindari penularan Covid-19 di sekolah atau klaster sekolah.

“SOP ini harus disusun secara bersama – sama dengan memperhatikan standar protokol kesehatan yang tepat untuk pelaksanaan PTM,” ujarnya.

Misalnya, pada jumlah siswa, jarak, penggunaan masker, dan yang terpenting adalah kepatuhan kita semua terhadap SOP tersebut.

“Kita berharap tidak ada metode trial and error di dalam SOP ini, dan akan disimulasikan terlebih dahulu sebelum disahkan agar dapat berjalan secara efektif,” katanya.

Sementara, Ketua PGRI Cabang Gowa, Abbas Alauddin, berharap SOP ini nantinya dapat dipatuhi dengan baik agar PTM dapat berlangsung lancar dan penularan Covid-19 klaster sekolah dapat dihindari.

“Kami akan bekerjasama agar persiapan ini dapat dimatangkan untuk menghadapi PTM. Yang utama SOP harus dipahami dengan baik oleh guru – guru dan kepala sekolah. Tidak boleh ada yang keluar jalur,” tegasnya. (Rhany)

Tinggalkan Balasan