0%
logo header
Senin, 25 Mei 2026 10:17

Usai Dikukuhkan Profesor Kehormatan Universiti Teknologi Malaysia, Taruna Ikrar Launching Buku di Atas Pesawat

Rizal
Editor : Rizal
Di tengah perjalanan udara dari Malaysia menuju Jakarta, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menorehkan jejak penting dalam dunia sains global dengan meluncurkan buku terbarunya. (Foto: Istimewa)
Di tengah perjalanan udara dari Malaysia menuju Jakarta, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menorehkan jejak penting dalam dunia sains global dengan meluncurkan buku terbarunya. (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MALAYSIA – Di tengah perjalanan udara dari Malaysia menuju Jakarta, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar kembali menorehkan jejak penting dalam dunia sains global dengan meluncurkan buku terbarunya berjudul “Advanced Cell and Gene Therapy: Towards A New Era of Pharmacology Medicine“.

Peluncuran simbolik yang dilakukan di atas pesawat tersebut menjadi momen unik dan penuh makna, karena dilakukan sesaat setelah dirinya dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan oleh Universiti Teknologi Malaysia.

Di atas ketinggian 40 ribu kaki, langit antara Malaysia dan Indonesia menjadi saksi sejarah lahirnya sebuah karya ilmiah yang menandai semakin kuatnya kiprah ilmuwan Indonesia di panggung dunia.

Baca Juga : Dongkrak Akses Pertanian dan Wisata, Tiga Ruas Jalan di Tinggimoncong Akan Diaspal

Momentum peluncuran buku di atas pesawat rute Malaysia-Jakarta itu menjadi simbol bahwa karya ilmiah Indonesia kini tidak lagi sekadar hadir di ruang akademik nasional, tetapi mulai menembus percakapan besar farmakologi dan bioteknologi kesehatan global.

Suasana sederhana namun sarat makna tersebut mencerminkan dedikasi Prof Taruna Ikrar terhadap dunia ilmu pengetahuan di tengah padatnya agenda internasional dan tanggung jawab besar sebagai Kepala BPOM RI.

Peluncuran buku di ruang udara internasional juga menjadi metafora perjalanan sains Indonesia yang terus menembus batas dan memasuki era baru inovasi kesehatan modern.

Baca Juga : Kolaborasi PLN UIP Sulawesi dan PT ITL Rampungkan Lahan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan di Likupang

Peluncuran buku tersebut menjadi semakin spesial karena turut dihadiri oleh keluarga inti, termasuk sang istri dr Elfie Ikrar, anak-anak, serta para sahabat dekat Prof Taruna Ikrar.

Kehadiran keluarga di momentum bersejarah itu dinilai memberikan nuansa humanis di balik capaian akademik kelas dunia yang diraih Kepala BPOM RI tersebut.

Elsyeida Napitupulu mewakili pelaku usaha menyampaikan bahwa sosok Prof Taruna Ikrar tidak hanya dikenal sebagai regulator dan ilmuwan, tetapi juga menjadi panutan bagi dunia industri kesehatan nasional.

Baca Juga : Turun Langsung Lakukan Pengawasan APBD, Edward Horas Pastikan Data Sesuai Kondisi Riil

Menurutnya, kepemimpinan Prof Taruna Ikrar memperlihatkan pentingnya sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah melalui konsep ABG (Academic, Business, Government) dalam membangun ekosistem inovasi kesehatan Indonesia.

Sementara itu, Hj Nor Andi Arina Wati Arsyad selaku Staf Khusus Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menilai konsep ABG yang terus digaungkan Prof Taruna Ikrar menjadi fondasi penting dalam mempercepat pengembangan riset, industri farmasi nasional, hingga teknologi kesehatan masa depan berbasis bioteknologi dan terapi presisi.

Secara akademik, karya ilmiahnya juga mendapat perhatian luas di tingkat internasional. Taruna memiliki lebih dari 1.700 sitasi ilmiah dengan H-Index Google Scholar 24 dan H-Index Scopus 17.

Baca Juga : Lewat Forum Komunikasi Publik, Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Layanan Serta Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

“Hal ini membawa BPOM mendunia setara Amerika Serikat, inggris negara maju lainnya dengan meraih WHO Listed Authorities (WLA),” kata Arina.

Prof Taruna Ikrar sendiri menjelaskan bahwa sains harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Sains tidak boleh berhenti di dalam batas laboratorium atau sekadar menjadi arsip jurnal. Keberhasilan tertinggi seorang ilmuwan adalah ketika inovasi riset mampu diwujudkan menjadi terapi klinis yang menyelamatkan nyawa manusia serta melahirkan kebijakan publik yang melindungi kesehatan bangsa,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646