0%
logo header
Selasa, 26 Mei 2026 00:55

TMMD 128 Kodim 1415 Selayar Tuntas, Akses Pertanian Terbuka, Infrastruktur Terbangun dan Harapan Warga Bangkit

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
TMMD ke-128 resmi ditutup Pangdam Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. dihadri oleh Komandan Kodaeral, Laksda TNI Andi Abdul Aziz, Brigjen TNI (Purn) Nur Salam, Brigjen TNI (Purn) Andi Kamaruddin dan Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh Natsir Ali. [Foto: Andi Rusman/Republiknews.co.id]
TMMD ke-128 resmi ditutup Pangdam Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. dihadri oleh Komandan Kodaeral, Laksda TNI Andi Abdul Aziz, Brigjen TNI (Purn) Nur Salam, Brigjen TNI (Purn) Andi Kamaruddin dan Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh Natsir Ali. [Foto: Andi Rusman/Republiknews.co.id]

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SELAYAR — Deru alat berat memecah kesunyian perbukitan Batangmata Sapo, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada 22 April 2026. Hari itu menjadi penanda dimulainya Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1415 Selayar yang resmi dibuka Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H Muchtar, melalui upacara di Lapangan Sukadin.

Dalam sambutan Bupati Kepulauan Selayar yang dibacakannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodim 1415 Selayar, atas konsistensi menjalankan program TMMD sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat desa dan wilayah kepulauan.

“TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa,” ujar Muchtar.

Baca Juga : Empat Jenderal Hadiri Penutupan TMMD ke-128 Selayar, Jadi Momen Bersejarah bagi Masyarakat

TMMD ke-128 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” dengan fokus pada pembangunan fisik dan nonfisik secara terpadu. 

Program tersebut hadir membawa misi besar membuka akses pembangunan, menghidupkan kembali potensi pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.

Kelurahan Batangmata Sapo yang dihuni sekitar 908 jiwa dipilih sebagai pusat pelaksanaan TMMD bukan tanpa alasan. Wilayah yang berada di ketinggian sekitar 380 meter di atas permukaan laut dengan luas mencapai 1.162 hektare itu dikenal sebagai kawasan perkebunan berhawa sejuk yang dikelilingi perbukitan dan hutan alami dengan sumber mata air melimpah.

Baca Juga : TMMD Ke-128 Selayar Berhasil Tuntaskan Jalan Tani, RTLH, hingga Air Bersih

Namun di balik potensi alam tersebut, masyarakat selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan infrastruktur. Jalan tani menuju lahan pertanian dan perkebunan rusak, sempit, bahkan sebagian tertutup semak belukar karena lama tidak tersentuh pembangunan.

Padahal, Batangmata Sapo memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kawasan pertanian dan perkebunan di Kepulauan Selayar.

Wilayah Bersejarah yang Perlahan Tertinggal

Jamaluddin, Tokoh Masyarakat Selayar. [IST]

Baca Juga : Pangdam XIV Hasanuddin Tempuh Dua Jam Jalur Laut Tinjau RTLH TMMD di Pulau Gusung

Batangmata Sapo dulunya berstatus desa sebelum berubah menjadi kelurahan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat awal pemerintahan dan peradaban di wilayah utara Selayar yang kini masuk Kecamatan Bontomatene.

Namun perubahan status tersebut perlahan membuat wilayah ini tertinggal dibanding sejumlah desa lain. Ketika desa memperoleh dukungan Dana Desa untuk pembangunan, wilayah kelurahan justru memiliki keterbatasan anggaran.

Kondisi geografis yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten serta bukan jalur lintasan utama turut membuat pembangunan berjalan lambat selama bertahun-tahun.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Padahal daerah ini memiliki potensi besar di sektor pertanian. 

Sebelum beras menjadi makanan pokok utama masyarakat, Batangmata Sapo pernah dikenal sebagai salah satu pemasok pangan berupa jagung dan singkong di wilayah Selayar bagian utara.

Memasuki era 1980-an, masyarakat mulai mengembangkan komoditas hortikultura, terutama tanaman jeruk yang dianggap lebih menjanjikan dibanding kelapa. Kampung Tamallua menjadi lokasi awal pengembangan jeruk di kawasan tersebut.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Namun minimnya regenerasi petani menyebabkan banyak lahan pertanian dan perkebunan perlahan ditinggalkan. Jalur menuju kebun kembali tertutup semak dan pepohonan karena jarang dilalui.

Salah seorang tokoh masyarakat yang juga berprofesi sebagai pengacara, Jamaluddin SH, menilai pembangunan jalan tani menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan masyarakat.

“Dengan adanya pembukaan jalan tani ini, tentu sangat membantu petani dalam mengakses lahan pertanian dan perkebunan, terutama untuk pengangkutan hasil panen serta aktivitas pertanian lainnya,” ujar Jamaluddin, Jumat (08/05/2026).

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Membuka Jalan, Menghidupkan Harapan

Satgas TMMD 128 Kodim 1415 Selayar gotong royong bersama warga membuka akses pertanian masyarakat Batangtama sapo [FOTO: Andi Rusman/republiknews.co.id]

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan TMMD ke-128 Kodim 1415 Selayar.

Sejak hari pertama, personel Satgas TMMD bersama masyarakat bahu-membahu membuka akses jalan tani menuju lahan pertanian dan perkebunan warga.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Di Kelurahan Batangmata Sapo, Satgas TMMD membangun jalan tani sepanjang 3.350 meter dengan lebar lima meter lengkap dengan drainase sepanjang 180 meter.

Salah seorang warga, Mahamud (58), mengaku bersyukur dapat terlibat langsung dalam pengerjaan bersama personel Satgas TMMD.

Menurutnya, pembangunan jalan tani tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau lahan perkebunan, terutama saat musim hujan.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

“Kami sangat bersyukur dengan adanya jalan ini. Dulu akses kami sangat sulit, apalagi saat hujan. Sekarang masyarakat juga semangat membantu supaya jalan ini cepat selesai dan bisa digunakan dengan baik,” ujarnya saat mengangkut material di lokasi pembangunan, Rabu (13/05/2026).

Sementara itu, di Desa Tamalanrea, pembangunan jalan tani dilakukan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar lima meter.

Pembangunan akses tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk kembali mengelola lahan pertanian yang selama ini terbengkalai akibat sulitnya akses transportasi.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Sebelumnya, saat musim hujan warga harus menggunakan sepeda motor modifikasi menyerupai kendaraan trail untuk mengangkut hasil panen melewati jalan licin dan berlumpur. Bahkan beberapa jalur hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki karena tertutup semak dan pepohonan.

Kini akses itu mulai terbuka dan kembali dimanfaatkan petani untuk menjangkau lahan pertanian yang telah lama ditinggalkan.

Terintegrasi dengan Program GEMERLAP

Seorang petani sedang mengolah kelapa untuk kopra, kelapa sebagai komoditi andalan Kabupaten Kepulauan Selayar [FOTO: Andi Rusman/republiknews.co.id]

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

TMMD ke-128 juga terintegrasi dengan program Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa atau GEMERLAP.

Program tersebut menjadikan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Emas Hijau Tanadoang”.

Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, menyampaikan pembangunan akses jalan tani melalui TMMD diharapkan mampu mendorong masyarakat kembali memanfaatkan lahan pertanian dan perkebunan yang selama ini terbengkalai.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

“Melalui program TMMD ini kami selaku pemerintah daerah sangat terbantu dalam mewujudkan program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Di Kepulauan Selayar kita fokuskan penanaman kelapa dan jagung melalui program GEMERLAP dan GEMETAR,” ujarnya usai penutupan TMMD.

Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat menanam jagung sebagai tanaman sela di antara bibit kelapa selama masa pertumbuhan tanaman belum memasuki fase produksi.

Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Melalui keterpaduan program TMMD dan GEMERLAP, pemerintah berharap sektor pertanian dan perkebunan di Batangmata Sapo kembali tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Air Bersih, RTLH, dan Pengabdian di Pulau Terluar

Satgas TMMD 128 Kodim Selayar dibantu warga membangun rumah tinggal layak huni di Pulau Gusung desa Kahu-Kahu Kecamatan Bontoharu. [FOTO: Andi Rusman/Republiknews.co.id]

Selain pembangunan jalan tani, TMMD ke-128 juga menghadirkan berbagai fasilitas dasar bagi masyarakat.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Di Desa Tamalanrea, Satgas TMMD melaksanakan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat berupa TNI Manunggal Air dengan membangun lima unit tower air bersih lengkap dengan bak penampungan dan jaringan perpipaan.

Program tersebut sangat dibutuhkan warga karena daerah itu kerap mengalami pemadaman listrik yang menyebabkan distribusi air bersih terhenti selama berhari-hari.

“Awalnya warga Desa Tamalanrea mengambil air bersih dari Batangmata Sapo. Namun seiring meningkatnya jumlah penduduk, distribusi tersebut dihentikan. Warga kemudian membuat sumur bor secara mandiri, tetapi seringnya pemadaman listrik membuat pompa air tidak dapat berfungsi maksimal,” ujar Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 1415 Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto ST, Sabtu (16/05/2026).

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Selain itu, Satgas TMMD juga merehabilitasi rumah warga serta membangun fasilitas mandi, cuci, kakus.

Sementara di Pulau Gusung, Desa Kahu-Kahu, Kecamatan Bontoharu, TMMD difokuskan pada pembangunan satu unit rumah tidak layak huni lengkap dengan MCK dan penerangan tenaga surya.

Lokasi rumah tersebut terpisah dari permukiman warga lainnya. Penghuninya memilih menetap di kawasan itu untuk menjaga lahan milik TNI AD yang pada masa lalu pernah dikuasai kelompok pemberontakan DI/TII di wilayah Selayar.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Untuk mencapai lokasi tersebut, personel Satgas harus menempuh perjalanan laut sekitar dua jam menggunakan perahu nelayan.

Kunjungan Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, ke Pulau Gusung menjadi perhatian tersendiri. Pangdam rela menempuh perjalanan laut panjang demi memastikan langsung kondisi masyarakat dan progres pembangunan di wilayah terpencil tersebut.

Mayjen TNI Bangun Nawoko mengapresiasi semangat gotong royong antara personel Satgas TMMD dan masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan RTLH tersebut.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

“Pembangunan seperti ini bukan hanya tentang rumah, tetapi bagaimana TNI hadir membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan perhatian. Semangat gotong royong antara prajurit dan warga inilah yang harus terus dijaga,” ujarnya dua hari sebelum penutupan TMMD.

TMMD Hadirkan Semangat Gotong Royong

Diguyur Hujan, Warga dan Satgas TMMD Selayar Tetap Gotong Royong Bangun Drainase Jalan Tani. [FOTO: Andi Rusman/Republiknews.co.id]

Sebanyak 130 personel gabungan diterjunkan dalam pelaksanaan TMMD ke-128 Kodim 1415 Selayar. Mereka terdiri atas personel TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur masyarakat.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Seluruh kegiatan berada di bawah komando Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Czi Yudo Harianto.

Selama satu bulan pelaksanaan kegiatan, berbagai tantangan dihadapi personel Satgas, mulai dari medan berat, cuaca ekstrem, keterbatasan alat, hingga kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Meski demikian, Yudo menegaskan seluruh personel tetap optimistis menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

“Walaupun cuaca kurang bersahabat dan alat sempat mengalami kendala, kami tetap berupaya maksimal agar pekerjaan terus berjalan,” katanya.

Menurutnya, semangat gotong royong antara personel Satgas dan masyarakat menjadi faktor utama yang mendukung kelancaran pelaksanaan TMMD.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, pertanian, hukum, kesehatan, pencegahan stunting, pelayanan posyandu, pengobatan gratis, pembagian sembako, hingga pasar murah.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Pelaksanaan TMMD ke-128 di Kepulauan Selayar menjadi bagian dari program terpadu TNI AD yang secara nasional diarahkan untuk membantu percepatan pembangunan daerah tertinggal, memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Ditutup Pangdam XIV Hasanuddin

Serah Terima laporan pelaksanaan TMMD ke-128 oleh Dansatgas, Letkol Czi Yudo Harianto kepada Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Natsir Ali disaksikan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko. [IST]

Program TMMD ke-128 Kodim 1415 Selayar resmi ditutup pada 21 Mei 2026 melalui upacara di Lapangan Gelora Batangmata, Kecamatan Bontomatene.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Upacara penutupan dipimpin langsung Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, didampingi Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali serta dihadiri unsur Forkopimda dan pejabat TNI lainnya.

Pelaksanaan TMMD kali ini disebut menjadi salah satu yang paling bersejarah sepanjang pelaksanaan program unggulan TNI AD di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Untuk pertama kalinya, upacara penutupan TMMD Kodim 1415 Selayar dihadiri empat jenderal TNI sekaligus, terdiri atas dua perwira tinggi aktif dan dua jenderal purnawirawan asal Selayar.

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Mereka yakni Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Panglima Kodaeral VI Makassar Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, Brigjen TNI (Purn) Nur Salam Mallarangan, dan Brigjen TNI (Purn) Andi Kaharuddin.

Dalam kesempatan itu, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas dan masyarakat yang telah bekerja bersama menyelesaikan seluruh sasaran program tepat waktu.

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kamis (21/05/2026).

Baca Juga : Jelang Penutupan TMMD Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Dengar Curhatan Babinsa

Penutupan TMMD ke-128 bukan menjadi akhir dari pengabdian, melainkan awal harapan baru bagi masyarakat Batangmata Sapo dan wilayah sekitarnya.

Jalan tani yang kini mulai terbuka, fasilitas air bersih yang mengalir, rumah warga yang kembali layak huni, hingga tumbuhnya kembali semangat masyarakat mengelola lahan pertanian menjadi bukti nyata hadirnya negara melalui TNI sampai ke wilayah perbukitan dan pelosok kepulauan.

Penulis : Andi Rusman
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646