REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa terus berupaya dalam mendorong produktivitas pertanian melalui akses infrastruktur yang memadai. Termasuk pada sektor pariwisatanya.
Hal ini pun akan dilakukan dengan merencanakan pengaspalan di tiga ruas jalan di Kecamatan Tinggimoncong. Masing-masing di Jalan Pendidikan di Kelurahan Malino, Jalan Parangbugisi di Kelurahan Bulutana, dan Jalan Lembanna, di Kelurahan Pattapang.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan, sebelum dilakukan pengaspalan dirinya turun langsung meninjau tiga ruas jalan tersebut untuk memastikan kesiapan intervensi infrastruktur yang akan dilakukan.
Baca Juga : Rintis Rumah Koran di Dataran Tinggi, Jamaluddin Kantongi Penghargaan Kalpataru 2026
Sebab, dengan pemenuhan akses infrastruktur yang baik akan berdampak langsung terhadap akses pertanian, konektivitas warga, hingga pengembangan kawasan wisata di dataran tinggi Kabupaten Gowa ini. Hal ini juga akan menopang keberadaan Kecamatan Tinggimoncong yang memang memiliki potensi besar. Baik dalam sektor pertanian maupun pariwisata.
“Tinggimoncong ini, khususnya Malino, punya wilayah pertanian yang luas dan potensi pariwisata yang sangat bagus untuk dikembangkan. Untuk bisa memperbanyak orang datang ke sini, infrastrukturnya harus diperbaiki,” ujarnya, di sela-sela peninjauan, kemarin.
Ia menjelaskan, di Jalan Pendidikan yang menjadi salah satu akses alternatif menuju kawasan wisata Pinus Malino rencananya akan diaspal sepanjang 832 meter. Kemudian, Jalan Parangbugisi akan diaspal sekitar 590 meter. Jalan tersebut menjadi akses utama menuju kawasan permukiman yang dihuni ratusan warga dan belum pernah tersentuh pengaspalan.
Baca Juga : Seminar Budaya di Museum Balla Lompoa, Dorong Kecintaan Generasi Muda Terhadap Kearifan Lokal
“Kurang lebih ada 300 penduduk di dalamnya dan jalannya belum pernah diaspal sama sekali. Insyaallah pemerintah akan intervensi agar masyarakat bisa merasakan akses yang lebih baik,” jelasnya.
Sementara, pada proses pengaspalan di Jalan Lembanna akan dilakukan sepanjang 900 meter. Pengaspalan di titik ini akan memperkuat aktivitas pertanian sekaligus membuka peluang pengembangan wisata baru.
“Ini akses pertanian masyarakat. Ketika semuanya ditindaklanjuti pemerintah, dampaknya tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga membuka potensi wisata yang sangat bagus dan menjadi peluang peningkatan PAD Kabupaten Gowa,” ungkap Husniah Talenrang.
Baca Juga : Ketua DPRD Sulsel Perkuat Integritas dan Budaya Anti Korupsi Lewat Pelatihan PAKU Integritas 2026 KPK
Sementara, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gowa, Subchan Ishak mengatakan, seluruh ruas jalan tersebut ditarget mulai masuk proses tender pada Juni 2026.
“Sekarang sementara review HPS di Inspektorat. Setelah itu masuk tahap persiapan lelang dan Insya Allah tender bisa berjalan bulan Juni,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Wakilnya Darmawangsyah Muin terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
Baca Juga : Pemkab Gowa Dorong Tanggung Jawab Bersama Lindungi Data Pribadi Warga
“Melalui peningkatan akses jalan di Tinggimoncong, diharapkan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, serta potensi wisata tumbuh lebih kuat sebagai penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Salah seorang warga Lembanna, Hasbullah, menyambut baik rencana pengaspalan tersebut. Menurutnya, akses jalan yang lebih baik akan membantu aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Alhamdulillah masyarakat sangat bersyukur kalau jalan ini bisa diaspal. Yang paling utama tentu untuk mendukung pertanian, kemudian pariwisata,” tuturnya.
