Ketua BEM Hukum UHO desak Polda tangkap Pelaku Penikaman Depan Kampus

0

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KENDARI — Kejadian penganiayaan oleh oknum preman di depan kampus Universitas Halu Oleo (UHO) terhadap salah satu mahasiswa UHO sampai saat ini belum diselesaikan oleh pihak kepolisian.

Menurut informasi yang dihimpun republiknews.co.id, Polisi masih melakukan pencarian terhadap pelaku. Namun pencarian tersebut belum menunjukkan hasil.

Kejadian bermula dari pelaku yang tengah mabuk berat melakukan aksi palak terhadap orang yang melewati jalan HEA Mokodompit, kemudian dalam aksi palaknya pelaku mendapati korban sedang dalam perjalanan menuju kampus. Karena mabuk berat, pelaku langsung menodongkan pisau kepada korban. Sempat menghindar dari hadangan namun tidak terelakan pelipis korban tetap dikenai pukulan.

Kejadian tersebut sangat berdampak pada pada reaksi dari pihak keluarga korban yang tidak terima dengan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum preman tersebut.

Menurut keterangan Ketua BEM Hukum UHO, Narto,  yang terus memantau kejadian tersebut, bahwa malam setelah kejadian penganiayaan juga terjadi aksi penikaman terhadap salah satu mahasiswa yang tinggal di depan kampus Mandala Waluya.

“Entah karena penganiayaan kemarin atau bukan saya juga tidak tau, tapi yang jelasnya semalam terjadi penikaman di depan Kampus Mandala Waluya” ujar Narto, saat ditemui pihak Republiknews.co.id.

Lanjut, Narto juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya mahasiswa, jangan sampai tergiring isu RASIS karena memang ini sangat sensitif serta kita masih dalam satu kesatuan.

“Yang perlu kita desak adalah Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara yang sampai saat ini belum menyelesaikan persoalan ini. Saya berharap semoga teman-teman mahasiswa tidak tergiring isu RASIS yang dapat membawa kita pada perpecahan,” harapnya.

Menurut hasil penelusuran yang dilakukan Republiknews.co.id. bahwa korban penikaman yang terjadi pada Kamis Malam (23/07/2020) sedang dirawat d RSUD Abunawas Kendari. (Akbar Tanjung)

Tinggalkan Balasan