Kunjungi Dua Kecamatan di Ponorogo, Anggota DPR RI Sartono Bagikan Ratusan Bibit Padi dan Genset

  • Bagikan

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PONOROGO — Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat, Sartono benar-benar memanfaatkan masa kunjungan kerja ke daerah pemilihan, kali ini pada kesempatan kundapil 6, sartono bertemu langsung dengan konstituennya di daerah pemilihan VII Jawa Timur. menyambangi Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Dalam kundapil ini, Sartono berkeliling di Kecamatan Kauman dan Bungkal untuk memberikan beberapa bantuan.

Kali ini Sartono Menserahterimakan bantuan ratusan bibit padi, genset serta terop. Masyarakat Kecamatan bungkal berterimakasih kepada program yang diberikan oleh Sartono, dikarenakan dengan bantuan tersebut dapat membantu pemulihan perekonomian masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Sartono mengajak konstituen untuk bersama-sama membangun masyarakat yang yang sejahtera, berkeadilan dan berperadaban melalui demokrasi, serta pendampingan dan pendidikan dengan konsentrasi pada upaya kesadaran bernegara bagi semua warga.

“Masyarakat yang dikehendaki adalah masyarakat yang memiliki integritas, mereka bukan lagi massa yang berkerumun, tetapi menjadi warga negara yang mengetahui apa hak dan kewajiban mereka, baik sebagai individu maupan sebagai kolektif. Sehingga tercipta keteraturan sosial, partisipasi yang elegan, sikap yang santun, masyarakat yang sejahtera, keadaan ekonomi yang mapan, saling bahu-membahu sehingga melahirkan masyarakat yang bertamaddun, yaitu sebuah masyarakat sipil yang berkehendak bebas dan dengan penuh kesadaran mereposisi diri menjadi elemen bangsa yang tangguh dan mandiri,” kata Sartono dalam pesan tertulisnya.

“Kesejahteraan, kemandirian, ketangguhan dan kesahajaan serta kebersamaan sebagai warga negara-bangsa inilah yang akan didorong untuk bertransformasi ke tatanan negara yang lebih luas, sehingga keadaban demokrasi terwujud, dan transisi bisa kita lewati dengan mudah dan tidak mengecewakan pilar elemen bangsa manapun,” sambungnya.

Dijelaskan Sartono, tujuan utama konstituen dulur dhewe sendiri adalah untuk melakukan capacity building pada semua elemen, terkhusus kepada stake holders dalam rangka lahirnya kebijakan-kebijakan yang berkualitas.

“Empowerment bisa bermakna membangun masyarakat dari bawah, yakni membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang diberdayakan, serta mendorong kesadaran elit untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro kepentingan rakyat. Ada partisipasi dari bawah dan apresiasi dari atas, sehingga kesejahteraan rakyat bisa terwujud” tutup Sartono. (*)

  • Bagikan