0%
logo header
Sabtu, 24 Agustus 2019 23:22

Lahirkan SDM Unggul, FKG Unhas Kerjasama dengan Amsterdam University Medical Center

Professor Marco N. Helder, melakukan bimbingan kepada Mahasiswa program dokter gigi spesialis FKG Unhas, Jumat (23/08/2019).
Professor Marco N. Helder, melakukan bimbingan kepada Mahasiswa program dokter gigi spesialis FKG Unhas, Jumat (23/08/2019).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Jumat (23/08/2019) kemarin, terlihat pemandangan yang cukup berbeda di salah satu ruangan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Hasanuddin.

Salah seorang Professor dari Vrije University Amsterdam, Marco N. Helder, ikut membimbing langsung mahasiswa program dokter gigi spesialis Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas, untuk melakukan kegiatan trial menggunakan alat dan bahan penelitian yang dibawa dari Belanda.

Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kerjasama riset FKG Unhas, RSGM, dan Vrije University (VU) Amsterdam Belanda.

Baca Juga : Beredar Pamflet KLB PC PMII Baubau, Ketua Komsat PMII UMB: Itu Mengada-ngada

Dekan FKG Unhas, drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K)., menyampaikan bahwa kerjasama antara VU Amsterdam dan Unhas sudah cukup lama dilakukan, namun kegiatan riset kilinis dan laboratoris sebelumnya kebanyakan dilakukan di Vrije University Medical Center, Amsterdam. Kali ini kami minta supaya kegiatan riset yang berupa klinis dan laboratoris juga dilakukan di Unhas.

“Kita sudah memiliki RSGM pendidikan dengan fasilitas dan SDM yang sudah memadai, sudah tersertifikasi, serta SDM di FKG Unhas juga siap untuk membantu melakukan uji coba klinis dan laboratoris. Harapannya, kedepan akan lebih banyak lagi kegiatan riset dilakukan di FKG atau di RSGM Unhas sehingga lebih banyak mahasiswa yang bisa dilibatkan dalam kegiatan penelitian,” kata Dekan FKG Unhas, drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K).

“Kedepannya, kita upayakan lebih banyak professor yang datang dan melakukan riset di Makassar. Kita sudah latih mahasiswa untuk jadi researcher, maupun sebagai asisten researcher. Kader-kader kita sudah di hire dan dipekerjakan sebagai researcher dan asisten researcher seperti di Jepang, Taiwan, dan Belanda. Kita sangat siap,” tambahnya.

Baca Juga : Tembus ke Pelatnas Bulutangkis, Reza dan Sofy Harumkan Nama Sulsel

Kegiatan simulasi dan uji coba alat dan bahan penelitian juga dihadiri oleh tiga orang peneliti muda, mahasiswa Ph.D research program VU Amsterdam dan melibatkan mahasiwa program dokter gigi spesialis dari berbagai spesialisasi yang berbeda seperti Residen Bedah Mulut Maksilofasial dan Periodonsia FKG UNHAS.

“Dari sekarang kita mulai menanamkan mindset ke mahasiwa dan staff bahwa kolabosari riset lintas disiplin dan lintas negara itu sangat penting. Satu disiplin ilmu harus ditunjang oleh disiplin ilmu lainnya, pakar di satu negara harus saling mendukung dengan negara lainnya supaya bisa lebih saling menguatkan, dan hasil riset klinis maupun laboratoris yang dihasilkan pasti akan lebih akurat dan lebih komprehensive karena mempetimbangkan berbagai aspek dan menggunakan alat yang lebih modern. Kita tidak bisa pungkiri bahwa kita harus menjalin kolaborasi dengan negara maju, untuk bisa lebih cepat maju dan melihat lebih jauh ke depan. Istilahnya “standing on the giant shoulders”, tutup Dekan FKG Unhas, yang juga merupakan alumni VU Amsterdam ini. (La Saddam)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 852-9999-3998