0%
logo header
Kamis, 24 Maret 2022 23:43

Meteran Markas LMPI Bulukumba Disegel PLN, Padahal Tak Pernah Menunggak

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Ketua LMPI Bulukumba, Irwan Nasir. (Ist)
Ketua LMPI Bulukumba, Irwan Nasir. (Ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Markas Cabang Laskar Merah Putih kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan mengeluhkan pelayanan PLN pasca meteran listrik disegel tanpa pemberitahuan.

Padahal kata Ketua LMPI Bulukumba, Irwan Nasir pihaknya tak pernah menunggak dalam melakukan pembayaran listrik.

Irwan menjelaskan, ia sempat melakukan peralihan dari meteran pasca bayar ke pra bayar atau listrik voucher.

Baca Juga : Prioritaskan Kader di Pilkada Bulukumba, PKS Sulsel Dukung Penuh Isnayani

Namun berselang, setahun tiba-tiba meterannya tersegel. Ia diharuskan membayar UJL sebesar Rp.281.565 baru meterannya bisa kembali berfungsi.

“Ini yang harus dijelaskan ke masyarakat, kenapa baru sekarang ada tunggakan, kenapa waktu peralihan meteran tidak langsung dibayar. Jangan sampai ada dugaan terjadi pungli di PLN,” kata Irwan.

Ia menduga akibat pasca kejadian yang dialaminya merupakan akal-akalan.

Baca Juga : Pemkab Bulukumba Beberkan Keberhasilan Program 1000 Rumpon

“Jangan sampai ini akal akalan kolektor. Kenapa baru sekarang muncul, kenapa pada saat migrasi tidak disampaikan,” sesalnya.

Selain itu, ia mengatakan bakal menggeruduk kantor PLN Bulukumba terkait persoalan ini untuk meminta penjelasan.

Dikonfirmasi awak media, kepala ranting PLN Panrita Lopi Bulukumba menjelaskan, kalau pembayaran tersebut merupakan Uang jaminan pelanggan.

Baca Juga : Kadis Pendidikan Bulukumba Minta Guru yang Tinggalkan Sekolah Agar Diadukan

Kata dia itu, disesuaikan saat palanggan melakukan mutasi di PLN.

“Analoginya adalah pelanggan pascabayar memiliki uang jaminan pelanggan namun seiring tarif listrik yg berubah oleh pemerintah maka pelanggan harus disesuaikan Uang jaminan pelanggan (UJL),” katanya melalui pesan WhatsApp.

“Contoh, misal daya 900 pasang baru tahun 1990. tarif listrik 1990 : ujl masih 18000, tafir listrik 2000 : UJL naik menjadi 28.000 maka ada seliish 20.000 yang harus disesuaikan sehingga selisih UJL tersebut disesuaikan saat palanggan melakukan transaksi di PLN seperti Tambah daya, migrasi dan lainnya,” sambungnya.

Baca Juga : ASW Bayang-bayangi TSY, Berebut Rekomendasi PKB untuk Pilkada Bulukumba

Lebih lanjut, untuk pelanggan yang migrasi akan dikenakan biaya sisa KWH yang dipakai.
Missal migrasi tanggal 15 Februari, maka otomatis rekening listrik Februari yang dibayar hanya untuk pemakaian listrk 1 sampai 31 Januari, sehingga masih ada sisa pemakaian listrik pasca dari tanggal 1-15 (ada hitungan sisa pemakaian).

karena pelanggan prabayar tidak diberlakukan UJL maka berlaku 2 konsekuensi untuk pelanggan yang minta migrasi ke prabayar.

“Konsekuensi tersebut adalah perhitungan sisa pemakaian vs ujl yg akan dikembalikan ke pelanggan. Jika Sisa Pemakaian kwh pasca < UJL misal sisa pemak 25000 vs UJL 20.000 maka ada sisa 5000 diberikan ke pelanggan dalam bentuk token. Kedua, jika sisa pemakaian > UJL misal sisa pemakaian 50.000 vs UJL 20.000 maka ada sisa pemakaian 30.000 yang masih harus dibayar pelanggan dalam bentuk Kompensasi UJL,” tandasnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646