0%
logo header
Kamis, 20 Januari 2022 21:57

Modus Sebagai Dukun, Petta Janggo Tenggara Diduga Ajarkan Aliran Sesat di Soppeng

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Ilustrasi Dukun.
Ilustrasi Dukun.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Petta Janggo Tenggara alias Puan Nene, alias Santo (Dukung) Manreng, alias Annabi yang mengakui dirinya berumur 270 tahun, akhirnya dipulangkan di Kampung halamannya di Kendari Sulawesi Tenggara oleh Kapolsek Marioriwawo Kabupaten Soppeng Iptu Muh. Ali , Rabu (19/01/2022) kemarin.

Modus yang dilakukan di 2 tempat yakni di Kampung Tompoe dan Sekkang Kecamatan Marioriwawo Soppeng yaitu mengaku sebagai Sanro (Dukung) dan setiap pengikutnya (Anak Sanrona dalam bahasa Bugis) diajari dan diawali dengan berbicara Salat, tetapi ada yang tidak sesuai dengan pemahaman ajaran Islam.

“Dia akui bahwa menurut pemahamannya tidak ada air yang dianggap suci untuk salat,” kata Darwis Kepala KUA Marioriwawo, saat dikonfirmasi, Kamis (20/01/2022) malam.

Baca Juga : Semangati Peserta Turnamen Sepak Bola Al-Mubaraqah Desa Lompulle, Kapolres Soppeng: Juara 1 Hadiahnya Saya Tambah Rp10 Juta

“Pemahamannya hanya bertayammun jika ingin melakukan Salat,” katanya lagi.

Lanjut Darwis menyampaikan bahwa dirinya membenarkan orang yang sedang haid tetap melakukan Salat karena menganggap darahnya sendiri.

Sebutnya lagi bahwa ada info dari masyarakat bahwa Petta Janggo Tenggara alias Puan Nene diduga juga melakukan penggandaan uang.

Baca Juga : Kawal Eksekusi Lahan Sengketa, Kapolres Soppeng ke Anggota: Lakukan Pengamanan yang Humanis

“Ada korban tapi tidak mau melapor,” ungkap Darwis.

“Pengakuannya tinggal di Soppeng, kurang lebih 3 tahun dan tidak ada Identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP),” tutup Darwis.

Sementara, Kapolsek Marioriwawo Iptu. Muh. Ali mengatakan bahwa yang diduga mengajarkan aliran sesat sementara dalam perjalanan menuju kampung halamannya yakni di Kendari Sulawesi Tenggara.

Baca Juga : Polri Peduli Dengan Kegiatan Keagamaan, Rumah Ibadah dan Masjid Dibersihkan Sambut HUT Bhyangkara ke-76

“Ini sementara saya antar bersama Danramil dan KUA,” ucap Iptu. Muh. Ali.

Terpisah, Kapolres Soppeng AKBP Moh. Roni Mustofa telah mengetahui tentang permasalahan tersebut, namun ia mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dan terprovokasi.

“Tidak ada laporan Polisi, kita himbau saja masyarakat agar tidak terpengaruh dan terprovokasi,” singkat Kapolres Soppeng.

Penulis : Yusuf
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646