REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kinerja yang baik pada situasi perbankan nasional. Terutama pada periode Desember 2025.
Dimana, berdasarkan kinerja intermediasi perbankan berhasil tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Secara capaian kreditnya tercatat tumbuh sebesar 9,63 persen year on year (yoy) menjadi Rp8.586 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 20,81 persen, diikuti oleh kredit konsumsi 6,58 persen, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 4,52 persen.
Baca Juga : OJK Tegaskan Debitur Pelaku Kejahatan Perbankan Bisa Dipidana
“Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh sebesar 11,61 persen yoy. Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 15,44 persen,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,83 persen yoy menjadi Rp10.059 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 19,13 persen, 14,28 persen, dan 8,19 persen yoy.
Likuiditas industri perbankan pada Desember 2025 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 126,15 persen dan 28,57 persen dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 200,97 persen.
Baca Juga : PLN UPP Sulsel Berbagi Santunan bagi Anak Panti di Momen Ramadan
Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,05 persen dan NPL net sebesar 0,79 persen. Loan at Risk (LaR) juga menunjukkan tren penurunan menjadi sebesar 8,77 persen. Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,53 persen.
Lanjutnya, pada kinerja permodalan (CAR) sebesar 25,89 persen, hal ini berhasil menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.
Di sisi lain, porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,31 persen. Per Desember 2025, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tercatat tumbuh 19,32 persen yoy menjadi Rp26,4 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,21 juta.
