0%
logo header
Sabtu, 30 Mei 2026 13:27

OJK Gelar 1.252 Edukasi Keuangan, Berhasil Sasar 7,2 Juta Peserta Secara Nasional

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, OJK, Dicky Kartikoyono. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, OJK, Dicky Kartikoyono. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi yang menjangkau berbagai segmen.

Sepanjang periode 1 Januari hingga 24 April 2026, OJK telah menyelenggarakan 1.252 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti sebanyak 7.298.572 peserta di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan bahwa edukasi keuangan merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan sekaligus memperkuat pelindungan konsumen.

Baca Juga : 2.169 Pelapor Akses SLIK, OJK Dukung Layanan untuk Penyaluran Kredit Masyarakat

“Melalui berbagai program edukasi yang kami laksanakan secara langsung maupun melalui platform digital, OJK terus berupaya memperluas jangkauan literasi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat,” terangnya, dalam keterangannya, kemarin.

Menurut Dicky, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan diharapkan mampu mendorong pengambilan keputusan keuangan yang lebih bijak. Selain itu, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat pelindungan konsumen dari berbagai risiko dan modus penipuan di sektor jasa keuangan.

Selain kegiatan tatap muka dan daring, OJK juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui platform Sikapi Uangmu, yang berfungsi sebagai saluran komunikasi khusus untuk penyebaran konten edukasi keuangan kepada masyarakat melalui minisite dan aplikasi. Hingga 24 April 2026, platform tersebut telah menerbitkan 131 konten edukasi yang telah ditonton sebanyak 1.126.916 kali.

Baca Juga : Jadi Polresta Gowa, DM Harap Institusi Kepolisian Makin Presisi dan Profesional

Di bidang pembelajaran mandiri, OJK mencatat sebanyak 6.373 pengguna telah memanfaatkan Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU). Hingga periode yang sama, LMSKU telah mencatat total akses modul sebanyak 5.613 kali dan menerbitkan 3.844 sertifikat kelulusan bagi peserta yang berhasil menyelesaikan modul pembelajaran.

Lebih lanjut, Dicky menyampaikan bahwa OJK juga terus memperluas gerakan literasi keuangan melalui Program OJK PEDULI (Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia). Sejak pertama kali diluncurkan pada April 2025 hingga 24 April 2026, program tersebut telah menghimpun sebanyak 20.675 duta literasi keuangan yang berasal dari segmen Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), segmen prioritas, serta kalangan mahasiswa.

Keberadaan para Duta Literasi Keuangan melalui Program OJK PEDULI diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan OJK dalam menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat.

Baca Juga : Penanganan Scam Dari OJK Dapat Pengakuan Internasional

“Dengan semakin banyak agen literasi yang terlibat, kami optimistis upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan nasional dapat berjalan lebih cepat, merata, dan berkelanjutan,” harapnya.

Kedepan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan edukasi keuangan yang lebih inklusif, adaptif, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat, sehingga mampu mendukung terciptanya ekosistem jasa keuangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646