0%
logo header
Rabu, 08 Juli 2026 15:35

OJK: Generasi Muda Harus Cakap Keuangan Digital dan Cerdas Finansial

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PALEMBANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital melalui peningkatan pemahaman inovasi keuangan digital (IKD) yang aman dan bertanggung jawab, serta mampu mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, saat menghadiri Sultan Muda Fair 2026 bertajuk “Cakap Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya”, di Kantor OJK Sumatera Selatan, Palembang.

Adi Budiarso mengatakan, transformasi digital di sektor jasa keuangan telah membuka peluang besar untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan inklusi keuangan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, perkembangan tersebut harus diiringi dengan peningkatan kecerdasan finansial masyarakat.

Baca Juga : OJK Sulselbar Ajak Ibu-ibu di Desa Tongke-Tongke Sinjai Kelola Keuangan Secara Sehat

“Di era sekarang, tidak cukup hanya cakap menggunakan teknologi, kita juga harus cerdas mengelola keuangan dan siap berkarya serta berwirausaha, sehingga dapat mendukung kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya, dalam pertemuan, kemarin.

Ia menegaskan, OJK terus mendorong pengembangan inovasi keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem keuangan digital.

Dalam menjalankan perannya, OJK tidak hanya bertindak sebagai regulator dan pengawas, tetapi juga sebagai penjaga kepercayaan, penggerak kolaborasi, dan mitra strategis dalam mewujudkan generasi muda yang cakap digital dan cerdas finansial.

Baca Juga : LPSK Beri Perlindungan Ke Jurnalis Korban Kekerasan di Makassar

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang kreatif, inovatif, dan adaptif, meningkatnya literasi keuangan digital, optimalisasi pemanfaatan inovasi keuangan digital secara bertanggung jawab, semakin luasnya akses pembiayaan UMKM, serta terbentuknya ekosistem youngpreneur yang kuat di Sumatera Selatan.

“Sultan Muda Fair 2026 diharapkan menjadi katalis penguatan literasi keuangan digital dan kewirausahaan berbasis inovasi, sekaligus mempercepat lahirnya generasi muda yang berdaya saing dalam mendukung transformasi ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” harap Adi.

Sementara, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan, dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel atas program Sultan Muda yang merupakan wujud nyata sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi digital daerah, dan diharapkan mampu mencetak generasi muda Sumsel yang kreatif, inovatif, serta mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi daerah maupun nasional.

Baca Juga : Back To School Ala NIPAH PARK, Hadirkan Program Edukatif dan Promo Spesial

“Kita punya 600 ribu pelaku UMKM di Sumsel, dan program 100 ribu Sultan Muda ini bukan omong doang, tapi peluang nyata. Gunakan fasilitas Sultan Muda Sumsel Center ini untuk tumbuh bersama dan bangun jejaring pasar yang kuat,” kata Herman.

Pemprov Sumsel berupaya mendorong agar Sultan Muda semakin tertantang untuk terus berinovasi, untuk terus berkembang, membuka pasar seluas-luasnya, dan menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646