0%
logo header
Senin, 16 Februari 2026 15:10

OJK: Kondisi Perekonomian Global Pengaruhi Pasar Saham Domestik

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi pergerakan pasar saham. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi pergerakan pasar saham. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global memberikan pengaruh signifikan pada kinerja pasar saham domestik. Pada periode 30 Januari 2026 kondisinya ditutup pada level 8.329,61 atau turun 3,67 persen secara month to month (mtm) atau year to date (ytd).

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan, kinerja indeks LQ45 dan IDX80 melemah masing-masing sebesar 1,54 persen dan 2,56 persen secara mtm atau ytd. 

“adapun rerata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham bulanan pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp34,91 triliun,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Baca Juga : OJK Tegaskan Debitur Pelaku Kejahatan Perbankan Bisa Dipidana

Di pasar obligasi, indeks komposit ICBI terkontraksi 0,16 persen mtm atau ytd ke level 440,15, dengan yield SBN rata-rata naik 8,28 bps mtm atau ytd per 30 Januari 2026. Investor non-resident di pasar SBN terpantau membukukan net sell sebesar Rp0,10 triliun secara mtm atau ytd. Sementara di pasar obligasi korporasi, investor nonresiden mencatatkan net sell sebesar Rp0,64 triliun secara mtm atau ytd.

Perfoma yang baik juga terlihat pada industri pengelolaan investasi. Nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.081,47 triliun per 29 Januari 2026, meningkat 3,71 persen mtm atau ytd. Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana pada periode yang sama mencapai Rp714,04 triliun, tumbuh 5,73 persen mtm atau ytd. Tren kinerja NAB yang solid tersebut didukung oleh net subscription investor Reksa Dana yang kuat, yaitu mencapai Rp41,18 triliun mtm atau ytd.

Dari sisi jumlah investor, pada Januari 2026 tercatat penambahan sebanyak 702 ribu investor baru di pasar modal domestik.

Baca Juga : PLN UPP Sulsel Berbagi Santunan bagi Anak Panti di Momen Ramadan

“Dengan perkembangan tersebut, secara ytd jumlah investor di pasar modal tumbuh 3,45 persen menjadi 21,07 juta,” ujarnya.

Selanjutnya, penghimpunan dana oleh korporasi di pasar modal pada 30 Januari 2026 sebesar Rp4 triliun yang bersumber dari 6 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk. Adapun pada pipeline, terdapat 26 rencana  Penawaran Umum dengan nilai indikatif Rp19,32 triliun.

Di pasar derivatif keuangan, sejak 10 Januari 2025 hingga awal tahun 2026, terdapat sebanyak 113 pihak yang telah memperoleh persetujuan prinsip dari OJK. Masing-masing, 4 penyelenggara pasar berjangka, 23 pedagang penyelenggara Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), 63 pialang berjangka, 15 bank penyimpanan marjin, 6 penasihat berjangka, 1 asosiasi, dan 1 lembaga sertifikasi profesi.

Baca Juga : Pimpin Konsolidasi Kader di Takalar, Syaharuddin Alrif Targetkan NasDem Tambah Kursi di Dapil Sulsel I

Adapun volume transaksi selama Januari 2026 mencapai 42.065 lot atau turun sebesar 31,73 persen secara mtm atau ytd. Dari sisi frekuensi, terdapat transaksi sebanyak 224.623 kali pada bulan laporan, sehingga secara mtm atau ytd turun sebesar 6,35 persen.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646