0%
logo header
Senin, 08 Juni 2026 09:32

OJK: Pasar Modal Domestik Jadi Sumber Pembiayaan Jangka Panjang

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi pergerakan pasar saham. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi pergerakan pasar saham. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pasar modal domestik terus menjalankan peran strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi korporasi. Apalagi. di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMKD) OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan, hingga Mei 2026 secara year to date (ytd), nilai penghimpunan dana (fundraising) oleh korporasi di pasar modal telah mencapai Rp68,18 triliun.

“Pasar modal domestik terus menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi korporasi,” ungkapnya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Baca Juga : 2.169 Pelapor Akses SLIK, OJK Dukung Layanan untuk Penyaluran Kredit Masyarakat

Ia menjelaskan, penghimpunan dana tersebut terdiri atas satu Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO), satu Penawaran Umum Terbatas (PUT), enam Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 51 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.

Sementara itu, minat korporasi untuk memanfaatkan pasar modal masih cukup tinggi. OJK mencatat terdapat 75 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp64,26 triliun.

Di sisi lain, upaya pendalaman pasar yang secara konsisten dilakukan OJK bersama industri jasa keuangan turut mendorong peningkatan jumlah investor domestik. Pada Mei 2026, jumlah investor pasar modal bertambah sekitar 1,26 juta investor dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga : Jadi Polresta Gowa, DM Harap Institusi Kepolisian Makin Presisi dan Profesional

“Dengan perkembangan tersebut, secara ytd jumlah investor pasar modal meningkat 36,27 persen menjadi 27,75 juta investor,” jelasnya.

Meski demikian, pasar saham domestik memasuki fase konsolidasi pada Mei 2026 seiring masih tingginya ketidakpastian global serta penyesuaian portofolio investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38 atau terkoreksi 11,92 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan turun 29,14 persen secara ytd.

Kendati pasar mengalami tekanan, OJK menilai kondisi pasar modal domestik masih menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai dengan likuiditas yang tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rata-rata bid-ask spread di pasar saham yang berada pada level 1,50 persen, sedikit meningkat dibandingkan April 2026 sebesar 1,33 persen. Sementara itu, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) justru melonjak menjadi Rp22,86 triliun dari Rp18,51 triliun pada April 2026.

Baca Juga : Penanganan Scam Dari OJK Dapat Pengakuan Internasional

Dari sisi aliran dana asing, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp4,10 triliun pada Mei 2026.

“Namun, nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan net sell pada April 2026 yang mencapai Rp17,02 triliun, mengindikasikan tekanan arus keluar modal mulai mereda,” papar Hasan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646