0%
logo header
Senin, 06 September 2021 22:40

Pemkab Gowa Tanggung Biaya Perawatan Anak Korban Penganiayaan di Tinggimoncong

Pemkab Gowa Tanggung Biaya Perawatan Anak Korban Penganiayaan di Tinggimoncong

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa akan memberikan perhatian khusus kepada anak yang menjadi korban penganiayaan di Kecamatan Tinggimoncong beberapa waktu lalu. Di mana penganiayaan tersebut dilakukan langsung oleh orangtua korban.

Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni mengatakan, pemerintah daerah akan membiayai seluruh perawatan korban yang saat ini menjalani pemeriksaan di RSUD Syekh Yusuf. Perawatan tersebut dilakukan sebab akibat kekerasan yang dilakukan kepada anak usia enam tahun ini menyebabkan mata kanannya terluka, sehingga harus menjalani operasi.

“Tentu kita atas nama pemerintah daerah sangat prihatin dengan kejadian yang luar biasa ini. Kejadian yang sangat luar biasa karena dilakukan oleh orang tua sendiri dengan tega,” ungkapnya usai menjenguk langsung keadaan korban di RSUD Syekh Yusuf, Senin (06/09/2021).

Baca Juga : Wabup Gowa Minta Layanan Koperasi Melek Teknologi

Ia pun mengecam tindakan yang tidak patut dicontoh tersebut. Pemkab Gowa melalui dinas terkait akan terus melakukan pendampingan baik persoalan pembiayaan hingga perbaikan mental agar trauma bisa dihilangkan kepada korban hingga benar-benar pulih.

“Insyaallah Pemkab Gowa akan membantu pembiayaan sampai pulih begitupun dengan mentalnya melalui Dinas PPPA akan selalu mendampingi korban agar mentalnya bisa kembali seperti sedia kala,” jelasnya.

Olehnya ia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan hal-hal terkait ilmu hitam yang diduga penyebab terjadinya penganiayaan ini agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali khususnya di Wilayah Kabupaten Gowa.

Baca Juga : Kabupaten Gowa Jadi Lokasi Pelaksanaan KKN Mahasiswa Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia

“Kasusnya kita serahkan ke pihak yang berwajib dan tadi juga kita bertemu dengan Humas Polda dan mengaku akan menindaklanjutinya bersama Polres Gowa kita tunggu hasil pemeriksaannya,” katanya.

Bahkan pihaknya akan bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait aliran-aliran yang tidak dapat diikuti karena memberikan dampak buruk di masa mendatang.

“Terpenting kita imbau kepada masyarakat bila ada hal-hal seperti ilmu hitam agar masyarakat berhati-hati. Kita juga akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar hal-hal ini tidak berulang lagi bersama MUI,” tegas Abd Rauf. (Rhy)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 852-9999-3998