REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dalam rangka memperingati Hari Relawan PMI, berbagai kegiatan bakal dilaksanakan PMI Kota Makassar dan salah satunya itu adalah “Flogging Day”.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2022. Peserta akan star di PMI Makassar jalan Kandea dan finish di monumen Mandala.
Dalam kegiatan flogging day ini peserta akan dibagi menjadi tiga rute:
Baca Juga : Bentuk Tim 5, PKB Sulsel Siapkan Muscab 24 Daerah di Maret Hingga April 2026
Pertama star di PMI – Masjid Raya – Gunung Bawakaraeng – Jenderal Sudirman dan Finish di Mandala.
Rute kedua PMI Makassar – Masjid Raya – Veteran Utara (Pasar Kalimbu) – Gunung Bawakaraeng – Gn Latimojong – Jenderal M Yusuf – Sudirman – Monumen Mandala.
Rute ketiga PMI Makassar – Kandea – Lamuru – Tinumbu – Andalas – Jl Layya – Pasar Sentral – Jl Cokroaminoto – Jl Sudirman – Monumen Mandala.
Baca Juga : Jelang Ramadan, STIA Abdul Haris Makassar Bersama PMI Gelar Aksi Donor Darah
Diperkirakan sebanyak 500 sampai 1000 peserta yang akan hadir mengikuti acara tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi yang tinggi terhadap peran dan sumbangsih relawan yang telah banyak diberikan pada setiap kegiatan kegiatan kemanusiaan PMI.
Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal, mengatakan kegiatan Flogging ini murni ide dari relawan dan saat ini lagi trend di Eropa Barat (Swedia).
Baca Juga : Dorong Reforma Agraria, Gerbang Tani Siap Kawal Pansus Konflik Agraria DPR
Menurutnya, flogging day atau running ini merupakan aktivitas jogging yang dibarengi dengan aksi sosial pungut sampah disela sela jogging.
“Jadi orang lari ataupun jalan sambil pungut pungut sampah,” ujar Deng Ical sapaan karibnya, saat memimpin rapat persiapan bersama panitia flogging day, di Warkop Vandjoel, Rabu (14/12/2022).
Selain flogging, kata dia, juga akan dilakukan penanaman pohon eboni, fogging, bagi bagi vitamin, promosi kesehatan dan ada beberapa kegiatan lainnya.
Baca Juga : Lantang Suarakan Pemusnahan Judi Online, Deng Ical Kembali Desak Komdigi Basmi Prostitusi Online
“Kita bekerjasama dengan beberapa pihak, dan salah satunya itu adalah INLA, IDI, Utara mengajar, selebgram dan penggiat media sosial,” ungkapnya.
“Jadi ini bukan kegiatannya PMI atau relawan PMI tapi ini kegiatan kita semua yang ingin melihat sesuatu karya yang bisa dilakukan bersama sama,” lanjutnya.
Diharapkan kegiatan flogging ini sebagai pemicu dari kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjadikan ini sebagai gaya hidup sehat dan bersih.
Baca Juga : Lantang Suarakan Pemusnahan Judi Online, Deng Ical Kembali Desak Komdigi Basmi Prostitusi Online
“Alhamdulillah kita disupport oleh banyak pihak dan salah satunya itu balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) yang telah menyediakan bibit,” tuturnya. (*)
