0%
logo header
Senin, 13 April 2026 08:11

Periode Maret 2026, Perdagangan Bursa Karbon Tembus Rp93,71 Miliar

Chaerani
Editor : Chaerani
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan perdagangan karbon di Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang Maret 2026 terjadi penambahan volume transaksi karbon sebesar 43.117 ton setara karbon dioksida (tCO2e). Dengan capaian tersebut, akumulasi nilai transaksi bursa karbon nasional hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp93,71 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyebutkan, sejak resmi diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Maret 2026, tercatat sebanyak 153 pengguna jasa telah terdaftar dalam ekosistem bursa karbon Indonesia.

Baca Juga : Keberadaan KDMP Dinilai Akan Perkuat Ekonomi Warga Gowa

Peningkatan partisipasi di sektor ini mencerminkan semakin besarnya minat pelaku usaha terhadap perdagangan karbon. Hal ini sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan rendah emisi.

“Sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Maret 2026, secara total tercatat 153 pengguna jasa yang telah terdaftar di bursa karbon,” ujarnya, dalam keterangannya, kemarin.

Menurut Hasan, pertumbuhan transaksi tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap mekanisme perdagangan karbon di Indonesia.

Baca Juga : Ini Tips dari PLN untuk Hitung Komponen Pembayaran Listrik dan Atur Pola Pemakaian

Selain itu, perkembangan ini juga dinilai mendukung target pemerintah dalam pengurangan emisi gas rumah kaca serta pencapaian target net zero emission di masa mendatang.

“Bursa karbon sendiri diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mempercepat implementasi ekonomi berkelanjutan sekaligus membuka peluang investasi hijau di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, di sisi kinerja industri pasar modal, OJK mencatat jumlah investor pasar modal domestik terus bertambah di tengah tingginya dinamika pasar global.

Baca Juga : Puluhan Siswa SD Gamaliel Makassar Bergembira di Kids Hotel Adventure Aston

Hingga Maret 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 24,74 juta atau tumbuh 21,51 persen secara year to date (ytd), setelah bertambah 1,78 juta investor baru sepanjang Maret 2026 secara month to month (mtm).

“Peningkatan jumlah investor mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal domestik. Ini menjadi indikator penting bahwa pasar modal tetap memiliki daya tarik sebagai sarana investasi jangka panjang,” kata Hasan,

Meski demikian, pasar keuangan domestik pada Maret 2026 menghadapi tekanan yang dipengaruhi ketidakpastian global dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.048,22 pada akhir Maret 2026, terkoreksi 14,42 persen secara mtm dan turun 18,49 persen secara ytd.

Baca Juga : Pemkab Gowa Gandeng BPN Percepat Sertifikasi Ribuan Tanah Milik Daerah

Tekanan juga tercermin dari aksi jual investor asing. Sepanjang Maret 2026, investor asing membukukan net sell sebesar Rp23,34 triliun di pasar saham, berbalik dari posisi Februari 2026 yang masih mencatat net buy Rp0,36 triliun. OJK menyebut lonjakan jual asing dipicu transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham emiten.

Di tengah koreksi pasar, aktivitas penghimpunan dana atau fundraising di pasar modal tetap berjalan positif. Hingga Maret 2026, nilai penghimpunan dana korporasi mencapai Rp51,96 triliun yang berasal dari satu penawaran umum perdana saham (IPO), enam penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS), serta 36 penawaran umum berkelanjutan EBUS.

Selain itu, terdapat 53 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan estimasi nilai mencapai Rp25,79 triliun.

Baca Juga : Pemkab Gowa Gandeng BPN Percepat Sertifikasi Ribuan Tanah Milik Daerah

“Pasar modal tetap memainkan peran strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha,” kata Hasan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646