0%
logo header
Selasa, 19 Februari 2019 22:41

Polres Bone Amankan Dua Orang Diduga Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

Polres Bone Amankan Dua Orang Diduga Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Jajaran kepolisian Resort Bone melalui unit Ekonomi Polres Bone, mengamankan dua orang diduga pelaku tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan atau niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium subsidi pemerintah, Selasa (19/02/2019).

Informasi yang dihimpun dari petugas, dua orang yang diamankan itu masing-masing bernama, Abdul Asis (30) warga Desa Parenring, Kabupaten Soppeng dan Damra (31) Desa Telle, Kacamatan Ajangale, Kabupaten Bone.

Mereka diamankan petugas di Desa Labissa, Kecamatan Ajangale, Bone, setelah pihak kepolisian mendapat informasi dari masyakat terkait terkait keberadaan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan atau niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium subsidi pemerintah.

Baca Juga : H3RO Land Dream Battle, Tri Beri Kesempatan Gen Z Berkarier di Industri Gaming

Kanit Ekonomi, IPDA Dodie, ditemui di ruang kerjanya mengatakan, dua orang diduga pelaku tindak pidana penyalagunaan BBM subsidi itu, masih dalam tahap pemeriksaan awal.

“Benar ada dua orang yang kita amankan diduga pelaku tindak pidana penyalagunaan BBM subsidi. Keduanya masih menjalani pemeriksaan penyidik,” ungkapnya.

Lanjut dia, menjelaskan, bahwa ke dua orang itu diamankan setelah mendapat laporan dari masyakat dimana pelaku diamankan.

Baca Juga : Toyota Auto Show by Kalla Tawarkan Agya Limited Series, Angsuran Rp3 Juta

“Pelaku kita amankan di Kecamatan
Ajangngale. Untuk hasil pemeriksaan sementara, BMM subsidi itu rencananya akan dia dijual ke petani setempat,” jelasnya.

Mantan Kanit Turajawali Satlantas Polres Bone ini mengungkapkan, selain mengamankan dua diduga pelaku tindak pidana penyalagunaan BBM, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti.

“Barang buktinya, 1 unit mobil Daihatsu Grand Max hitam, dengan Nopol DP 8931 WX, 26 Jerigen diantaranya 15 jerigen berisi Premium dan 11 jerigen kosong, setiap jerigen bisa diisi 33 liter. Jumlah keseluruhan Premium sebanyak 495 liter,” jelasnya.

Baca Juga : TP PKK Bajeng Barat Bangun Rumah Belajar Bagi Kader

Sementara itu, Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim mengatakan, dihadapan penyidiknya pelaku telah mengakui perbuatanya, melakukan penyalahgunaan pengangkutan BBM jenis premium dan telah dilakukan sejak bulan November 2018 hingga sekarang.

“Penyalahgunaan BBM bersubsisdi dijual ke petetani, mereka tak mengatongi ijin yang sah dari pemerintah, ini tindak pidana dan kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Lanjut dia mengakatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap ke dua pelaku untuk membokar jaringan pelaku tindak pidana penyalagunaan BBM bersubsidi itu.

Baca Juga : KPPU Sidangkan Kasus Google, Agenda Pemaparan Tanggapan LDP

“Mereka terancam pidana pada pasal, 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Ancaman hukuman penjaranya itu paling lama Enam tahun penjara. pelaku masih kita kembangkan.”tutupnya.

(Sahilatua)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646