0%
logo header
Sabtu, 02 Juli 2022 20:49

Prof Tadjuddin Maknun: Pahami Aspek Psikologis dan Sosialogis Anak Didik

Pengabdian kepada Masyarakat Program Pengabdian Masyarakat dan Umum, Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) LPPM Unhas bagi para guru SMA PGRI Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sabtu (02/07/2022). (Istimewa)
Pengabdian kepada Masyarakat Program Pengabdian Masyarakat dan Umum, Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) LPPM Unhas bagi para guru SMA PGRI Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sabtu (02/07/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Maha Guru Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Unhas Prof. Dr. Tadjuddin Maknun, S.U. mengatakan, seorang guru harus memiliki sejumlah aspek dalam melaksanakan pembelajaran terhadap anak didiknya yakni, harus profesional, memahami aspek psikologis, tidak boleh emosional, memiliki kemampuan sosilogis, dan juga antropologisnya.

“Dalam pembelajaran harus mengikuti proses, guru mempersiapkan materi pembelajaran, memilih metode dan model yang tepat, memanfaatkan media, baru tiba pada anak didik,” ujar Prof.Tadjuddin Maknun pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Pengabdian Masyarakat dan Umum, Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Unhas bagi para guru SMA PGRI Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sabtu (02/07/2022).

Kegiatan yang bertemakan “Pelatihan Penerapan Model Pembelajatan ‘Flipped  Classroom’ dalam meningkatkan Kualitas Hasil Belajar Siswa bagi Guru-Guru SMA PGRI Sungguminasa Kabupaten Gowa” tersebut dibuka Kepala SMA PGRI Sungguminasa Dra .Hj. Isnawati Sallatu, M.Si. yang didampingi Ketua Panitia Pengabdian pada Masyarakat LPPM Unhas Dr.Hj Munira Hasyim, S.S., M.Hum.

Baca Juga : Pemkab Gowa Raih Penghargaan Penyelesaian Tindak Lanjut Pemeriksaan Inspektorat

Prof. Tadjuddin Maknun lulusan Fakultas Sastra Unhas 1979 itu mengatakan, seorang guru harus profesional dalam melaksanakan tugasnya karena sudah menjadi pilihan dan profesinya. Seorang guru harus mampu memahami sisi psikologis anak didik, antara lain harus memahami watak dan perilakunya.

“Seorang guru tidak boleh emosional. Kalau dulu, guru menghukum murid secara fisik tidak apa-apa, sekarang akan berurusan dengan Komnas HAM dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),” ujar lulusan Magister UGM 1988 tersebut.

Maha Guru kelahiran Bategulung, Bontonompo, Gowa, 31 Desember 1954 itu mengatakan, seorang guru juga harus mampu memahami kondisi sosial anak didiknya, termasuk juga aspek antropologis anak didik.

Baca Juga : Pemkab Gowa Ramaikan HUT ke-77 Kemerdekaan RI Dengan Lomba Senam Antar SKPD

“Saya dulu mengajar di SMA Yapip Sungguminasa Gowa, dan menampung siswa dari SMA Nasional,” ujar doktor lulusan Unhas tahun 2005 tersebut.

Profesor ke-353 Unhas dan menyampaikan orasi ilmiah jabatan Guru Besar Unhas 3 November 2016 tersebut menyebutkan, dalam proses pembelajaran kita tidak dapat lagi berlaku seperti antara “punggawa” dan “sawi”. Kini guru harus menjadi fasilitator bagaimana membuat anak didik yang negatif dapat menjadi positif.

Dr. Hj. Munira Hasyim, S.S., M.Hum dalam sambutannya mengatakan, sebagai alumnus SMA PGRI (lulus 1989), sudah lama menghajatkan kegiatan pengabdian pada almamaternya. Namun karena terjadi pandemi Covid-19 dan memperoleh tugas mengajar setahun di Korea Selatan, barulah rencana ini terwujud.

Baca Juga : Tingkatkan Produktivitas, Petani di Gowa Mulai Gunakan Pupuk Organik

“Program kemitraan pembelajaran dengan menggunakan “Flipped Classroom” memerlukan motivasi yang tinggi, sehingga harus disesuaikan dengan metode belajar yang diberikan,” ujar doktor lulusan Unhas 2015 itu.

Kepala SMA PGRI Sungguminasa Dra.Hj.Isnawati Sallatu, M.Si menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Unhas demi meningkatkan kualitas pendidikan di SMA PGRI.

“Saya mengucapkan syukur, karena ada alumni yang kembali melihat SMA PGRI Sungguminasa, “ujar Isnawati Sallatu sebelum membuka kegiatan tersebut dan menerima cenderamata dari Dr. Munira Hasyim.

Baca Juga : Tahun Ini, Dinas PUPR Gowa Lakukan Pengaspalan Jalan di Manuju dan Tompobulu

Belasan Guru SMA PGRI selama satu hari penuh menerima materi selain dari Prof.Dr.Tadjuddin Maknun, S.U., dan Dr.Hj Munira Hasyim, S..S., M.Hum, juga materi lain yang dibawakan Indarwati, S.S., M.Hum, Andi Merling, S.S., M.Hum, dan Ita Suryaningsih, S.Psi., M.Hum yang dipandu Dr.H.M.Dahlan Abubakar, M.Hum. Materi-materi tersebut meliputi: Ragam Model Pembelajaran, Bahan Ajar Berbasos Power Point Interaktif dan praktiknya, serta Penerapan Model Pembelajaran ‘Flipped Classroom dalam kegiatan pengajaran.

Penulis : M. Dahlan Abubakar
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646