0%
logo header
Selasa, 03 Maret 2026 10:19

Sektor Produktif Topang Pertumbuhan Penyaluran Kredit di Sulsel

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar Moch. Muchlasin saat memaparkan kondisi kinerja jasa keuangan dalam pertumbuhan ekonomi daerah, di sela-sela Jurnalis Update Perkembangan Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Ballroom Kantor OJK Sulselbar, Jumat, (15/08/2025). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar Moch. Muchlasin saat memaparkan kondisi kinerja jasa keuangan dalam pertumbuhan ekonomi daerah, di sela-sela Jurnalis Update Perkembangan Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Ballroom Kantor OJK Sulselbar, Jumat, (15/08/2025). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sektor usaha produktif menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan penyaluran kredit di Sulawesi Selatan secara umum. Hal ini tercermin pada capaian share penyaluran kredit di sektor tersebut yang mencapai 53,07 persen.

“Kami melihat bahwa penyaluran kredit di sektor produktif hingga Desember 2025 berhasil tumbuh positif sebesar 3,06 persen setelah sebelumnya terkontraksi sebesar -0,08 persen di tahun sebelumnya atau periode 2024 lalu,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.

Hanya saja menurutnya, di sisi lain kredit konsumtif juga masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi yaitu sebesar 7,85 persen. Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit yang disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar dengan share 22,19 persen.

Baca Juga : realme C100 Diperkenalkan ke Anak Muda Makassar, Tawarkan Daya Tahan Ekstrem dan Performa Stabil

Lanjut Muchlasin, secara kinerja penyaluran kredit perbankan ini pun menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif sebesar 5,26 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Dimana jumlahnya mencapai Rp172,92 triliun.

Total penyaluran kredit ini pun terbagi pada bank umum sebesar Rp169,44 triliun atau tumbuh 5,29 persen secara tahunan. Sedangkan, pada penyaluran di Bank Perekonomian Rakyat (BPR) pertumbuhannya 8,04 persen dengan nominal Rp3,47 triliun.

“Penyaluran kredit di 2025 tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan penyaluran kredit pada 2024 sebesar 4,23 persen. Ini menunjukkan adanya percepatan pembiayaan kepada sektor riil seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi daerah,” tegasnya.

Baca Juga : Gerakan Biopori dan Komposter Ala PLN UIP Sulawesi Ciptakan Lingkungan Keberlanjutan di Tempat Kerja

Sementara, jika melihat pada sisi intermediasi, kinerja penyaluran kredit perbankan di daerah ini juga masih terjaga dengan baik. Hal tersebut tercermin dari tingkat risiko kredit masih berada dalam batas yang relatif terkendali. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat berada pada level 3,65 persen.

Adapun secara umum kinerja industri perbankan di Sulawesi Selatan tetap bertahan dan menunjukkan tren positif. Tak hanya penyaluran kredit, tetapi juga pada total aset hingga peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh positif. Khususnya hingga periode Desember 2025.

Muchlasin menyebutkan, pada total aset perbankan di Sulawesi Selatan mencatatkan capaian Rp214,32 triliun. Capaian ini tumbuh sebesar 5,33 persen secara tahunan atau Rp203,46 triliun di Desember 2024.

Baca Juga : Bantuan Pangan di Bontomarannu Sasar 2.788 Penerima, Husniah: Kita Lakukan Validasi Data

Adapun total aset tersebut didominasi dari aset bank umum sebesar Rp210,39 triliun atau tumbuh 5,30 persen atau Rp199,79 triliun di Desember 2024. Kemudian pada total aset Bank Perekonomian Rakyat (BPR) mencapai Rp3,93 triliun atau tumbuh 69,3 persen.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan kondisi industri perbankan daerah yang masih cukup solid di tengah dinamika perekonomian nasional hingga global,” jelasnya.

Sementara, dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,74 persen secara tahunan dengan nominal mencapai Rp146,61 triliun atau Rp133,58 triliun di Desember 2024. Pada indikator tersebut, DPK bank umum mencapai Rp144,07 triliun dengan kenaikan 9,89 persen secara tahunan.

Baca Juga : Siapkan Kebutuhan Listrik Andal di Sultra, PLN Gandeng BPN Sultra Perkuat Sertifikasi Aset

“Penghimpunan DPK di industri BPR hingga Desember 2025 mencapai Rp2,59 triliun atau tumbuh 2,02 persen,” jelasnya.

Muchlasin menyebutkan, DPK di Provinsi Sulawesi Selatan didominasi oleh tabungan dengan share 59,92 persen, disusul deposito sebesar 25,23 persen, dan giro sebesar 14,85 persen.

“Dengan kinerja perbankan saat ini di Sulawesi Selatan, kami melihat bahwa sektor ini masih mampu menjaga stabilitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah melalui fungsi intermediasi yang tetap berjalan,” ujanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646