Silaturahmi dengan Mendikbud, Pengurus KNPI Luwu meminta hal ini!

  • Bagikan
Pengurus KNPI kabupaten luwu (paling kiri), Kahar Agung K, saat bersilaturahmi dengan menteri pendidikan dan kebudayaan, muhajir efendi di rumah dinasnya, (2/12/2018)

Jakarta – Pengurus KNPI Kabupaten Luwu silaturahmi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Efendi di rumah dinasnya jl.Widya Chandra 3 No.11 Jakarta Selatan Minggu (02/12/2018).

Dalam kunjungannya Agung, Ketua Bidang Pendidikan dan Teknologi KNPI Luwu, meminta pandangan kepada mendikbud tentang metode pendidikan untuk meningkatkan peran pemuda agar terlibat aktif dalam pendidikan lembaga non pemerintah seperti KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia).

Lebih lanjut dikatakan bahwa, “sebenarnya dengan ruang berekspresi yang luas dan kesempatan untuk berkembang dalam organisasi tentu menjadi daya tarik bagi setiap generasi muda, tinggal bagaimana meningkatkan kesadaran pemuda untuk berhimpun dan lebih inovatif membantu pemerintah menawarkan ide pemecah masalah ditengah masyarakat”. tutur agung yang juga pernah menjabat sebagai Sekjend PB IPMIL Raya.

Sementara itu, Muhajir Efendi dalam penuturannya beranggapan bahwa menjadi penting untuk dipahami, pemuda adalah aset bangsa dan pendidikan yang didapatkan dalam berorganisasi menjadi modal penting dalam bertarung disetiap ruang yang memang diperuntukkan oleh pemuda termasuk menawarkan ide yang inovatif misalnya metode pendidikan yang lebih tepat dalam pengembangan diri anak terutama anak Menengah Atas .

Perlu juga diketahui, sangat dibutuhkan sinergitas antara lembaga kepemudaan dengan kementerian pendidikan untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan ditanah air, olehnya itu sudah saatnya pemuda memberi peran lebih, kita sama-sama saling mengisi untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia. lanjutnya.

Di ujung silaturahminya, Mendikbud memberi nasehat bahwa “anak mudah harus kuat. Jadi, jangan merasa takut untuk mengalami kegagalan dan kekalahan, karena saya secara pribadi sudah mengalami berpuluh-puluh kali kegagalan dan kakalahan”.

  • Bagikan