0%
logo header
Selasa, 14 Juli 2020 15:50

Soal Tuduhan Kata Teroris Kepada Wartawan, Ketua GPM Sultra: Minta Maaf Saja Tidak Cukup

La Saddam
Editor : La Saddam
Soal Tuduhan Kata Teroris Kepada Wartawan, Ketua GPM Sultra: Minta Maaf Saja Tidak Cukup

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KENDARI – Komandan Lanud (Danlud) Haluoleo (HLO) Kendari Kolonel Pnb Muzafar yang mengatakan jangan sampai wartawan ditunggangi oleh teroris, mendapat sorotan.

Pasalnya, tuduhan tersebut dinilai sebagai fitnah saat para pekerja pers ini hendak meliput kedatangan ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China.

Ketua Dewan Penasehat DPD Gerakan Pemuda Marhaenisme Sulawesi Tenggara (DPD GPM-Sultra) La Ode Abdul Jabar menyarankan agar Kolonel Pnb Muzafar lebih berdasar logika dan fakta saat berbicara, karena hal tersebut dapat menimbulkan kegaduhan para pewarta dan masyarakat.

Baca Juga : Pemkab Gowa Terima Opini WTP dari BPK RI, Capaian Ke-14 Kalinya

“Harusnya lebih berdasarkan logika dan fakta agar tak malah meresahkan wartawan maupun masyarakat lainnya,” ujarnya, aat ditemui republiknews.co.id, di salah satu warung kopi di kota Kendari, Senin (13/07/2020) kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasehat ini juga mengutip pemberitahuan soal sikap permintaan maaf Danlud Haluoleo ini.

“Danlanud Haluoleo minta Maaf-Klarifikasi soal wartawan yang Liput Kedatangan TKA dari China ditunggangi teroris,” ujarnya.

Baca Juga : Satpol PP Gowa Diminta Jaga Keamanan Daerah dari Geng Motor dan Peredaran Narkoba

Diketahui, Kolonel Pnb Muzafar telah mengklarifikasi tuduhan terhadap wartawan ini dan sudah disampaikan secara terbuka di media massa. Muzafar mengatakan, ucapannya tidak bermaksud ditujukan langsung kepada wartawan. Ia mengaku hanya membuat analogi agar mudah dipahami.

Namun itu tidak cukup, Lanjut Jabar, mengingat tuduhan tersebut sangat berbahaya. Patut saya duga ini ada upaya untuk mengentikan dan menyembunyikan kedatangan TKA di bumi anoa yang sedang viral isu nya di tolak oleh pemuda dan mahasiswa Sultra.

“Pernyataan berbahaya itu bukan diselesaikan secara ungkapan maaf, tetapi harus di pertanggung jawabkan secara hukum mengingat pewarta dalam meliput bekerja secara independen dan profesional,” imbuhnya.

Baca Juga : Dalami Sejarah Kerajaan Gowa, Pelajar SMPN Ikut Kajian Koleksi Museum Balla Lompoa

“Jangan karna kita punya jabatan dan pangkat semau maunya mengeluarkan statmen dan begitu gampangnya meminta maaf, Danlanud Haluoleo harus intropeksi diri,” tutupnya dengan nada geram. (Akbar Tanjung)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646