0%
logo header
Rabu, 11 Maret 2026 10:27

Sosialisasi Program MBG di Peninjauan, Irma Suryani Titipkan Harapan untuk Warga OKU

Rizal
Editor : Rizal
Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Kantor Desa SP 3, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Oku Induk, Selasa (10/3/2026). (Foto: Istimewa)
Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Kantor Desa SP 3, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Oku Induk, Selasa (10/3/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, OKU INDUK – Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Kantor Desa SP 3, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Oku Induk, Selasa (10/3/2026).

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, Kepala KPPG Palembang Nurya Hartika Sari, Kepala Regional SPPG Sumatara Selatan Diana Putri, Kades SP3 Al Azhari, serta ratusan masyarakat setempat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Baca Juga : Tolak Framing Media yang Menyesatkan, NasDem Sulsel Gelar Aksi Damai di Makassar

Program ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya.

“Saya sengaja datang ke Peninjauan ini bukan sekadar mau seremonial. Saya datang karena saya ingin memastikan bahwa program besar pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis, bukan cuma sampai di telinga bapak/ibu sekalian lewat berita di TV, tapi harus benar-benar sampai ke piring anak-anak kita di OKU,” papar Irma.

Program MBG hadir untuk menjawab tantangan permasalahan gizi yang terjadi di masyarakat. Gizi yang terpenuhi tentunya akan menambah pertumbuhan seseorang menjadi lebih optimal.

Baca Juga : Lewat Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Pastikan Pemenuhan Gizi Masyarakat

Kedepannya, dengan memberikan gizi seimbang secara masif diseluruh Indonesia akan lahir generasi berkualitas yang akan menjawab tantangan dimasa depan.

“Kita masih punya tantangan besar yang namanya stunting. Anak yang kurang gizi itu bukan cuma badannya yang kecil, tapi otaknya tidak berkembang maksimal,” jelas Irma.

“Kalau otaknya tidak berkembang, bagaimana dia mau bersaing jadi dokter, jadi tentara, atau jadi pemimpin bangsa nantinya. Kita tidak mau anak-anak kita kalah sebelum berperang hanya karena perut mereka kosong atau gizinya asal-asalan,” tambahnya.

Baca Juga : Realisasi APBD Triwulan I Capai 11,07 Persen, Munafri Ingatkan OPD Jangan Salah Arah Program

Irma Suryani juga berharap program yang dirancang pemerintah sedemikian rupa ini dapat bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya yaitu mengenai peran masyarakat yang bisa menjadi petugas di dapur sehat untuk meningkatkan perekonomiannya.

“Saya ingin program ini juga dapat menggerakkan ekonomi warga lokal di OKU. Sayurnya harus beli dari kebun warga di sini, ayamnya dari peternak di Peninjauan, telurnya dari sini juga. Jadi, anak-anak kita sehat, kantong bapak/ibu sekalian juga ikut terisi karena hasil buminya laku dibeli program ini,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646