REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo prihatin dengan kondisi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rajawali. Pasalnya, air yang berada di TPI tersebut mengalami pendangkalan.
“Saking parahnya, para nelayan di sana mulai enggan menyandarkan kapalnya karena takut karam dan berpotensi rusak,” kata Leo, Kamis (22/7/2021).
Tak hanya itu, katanya, akibat lain yang ditimbulkan adalah para nelayan semakin kesulitan untuk menyuplai ikan ke tempat pelelangan tersebut.
Baca Juga : FIN Expo 2026, OJK Sulselbar Target 25 Ribu Pengunjung Kian Melek Sektor Keuangan
Legislator PAN ini menjelaskan bahwa kapal yang kerap bersandar di lokasi tersebut terpaksa menyandarkan kapalnya ke tempat lain. Akibatnya, biaya operasional para nelayan juga semakin bertambah.
“Biaya operasional yang semakin membengkak membuat para nelayan tak punya pilihan lain selain menaikkan harga ikan dibanding sebelumnya,” tambah Leo.
Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar itupun mengaku telah mengusulkan ke Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar untuk segera dilakukan pengerukan. Jika tidak, tentunya akan merugikan berbagai pihak.
Baca Juga : Target Pertahankan Gelar Juara, Appi Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026
“Kalau dilakukan jauh dari pelelangan ini, pasti biaya operasionalnya meningkat. Makanya, harga ikan akan naik pula. Apalagi di tengah pandemi ini,” bebernya.
“Saya sudah sampaikan ke Dinas PU untuk segerap dikeruk. Semoga bisa cepat dilaksanakan dan aktivitas nelayan tidak memiliki hambatan lagi,” demikian Leo. (*)
