REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan positif pada kinerja industri bursa karbon di Indonesia.
Sejak resmi diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 April 2026, akumulasi nilai transaksi di bursa karbon telah mencapai Rp93,75 miliar. Capaian tersebut juga seiring meningkatnya jumlah pengguna jasa dan aktivitas perdagangan kredit karbon.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya partisipasi pelaku usaha dalam mendukung pengembangan pasar karbon nasional. Keberhasilan ini tentunya sebagai bagian dari agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Baca Juga : 2.169 Pelapor Akses SLIK, OJK Dukung Layanan untuk Penyaluran Kredit Masyarakat
“Hingga 30 April 2026, secara total telah tercatat sebanyak 155 pengguna jasa yang terdaftar di bursa karbon. Secara agregat, volume transaksi mencapai 1,98 juta ton setara karbon dioksida (tCO2e) dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp93,75 miliar,” ujarnya, dalam keterangannya, kemarin.
Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna jasa menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan pelaku industri terhadap ekosistem perdagangan karbon di Indonesia. Kondisi tersebut juga mencerminkan meningkatnya kesadaran dunia usaha untuk berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca melalui mekanisme pasar.
Untuk memperkuat pertumbuhan industri ini, OJK telah menerbitkan Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026–2030. Dokumen tersebut menjadi arah strategis dalam mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (Environmental, Social, and Governance/ESG) ke seluruh rantai nilai pasar modal Indonesia.
Baca Juga : Jadi Polresta Gowa, DM Harap Institusi Kepolisian Makin Presisi dan Profesional
Ia menjelaskan, roadmap tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan transaksi di bursa karbon. Selain itu, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan OJK terhadap pencapaian target emisi nol bersih (Net Zero Emission) Indonesia.
“OJK akan terus mendorong pengembangan pasar karbon yang kredibel, transparan, dan berintegritas sehingga mampu menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembiayaan transisi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan,” tegas Hasan.
