0%
logo header
Rabu, 04 Maret 2026 23:43

Undang Pemenang Tender, Komisi D DPRD Sulsel Bahas Program 4 Paket Irigasi Multiyears 2025-2027

Rizal
Editor : Rizal
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid. (Foto: Istimewa)
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid. (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat kerja membahas program empat paket irigasi multiyears 2025-2027 bersama para pemenang tender di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (4/3/2026).

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid dan dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA CKTR) Sulsel, para direktur perusahaan pemenang tender, serta para anggota Komisi D DPRD Susel.

Kadir Halid mengatakan, rapat tersebut bertujuan meminta pemaparan langsung dari seluruh kontraktor terkait rencana pekerjaan masing-masing paket irigasi.

Baca Juga : Prioritas Warga yang Membutuhkan, Presiden Prabowo Salurkan 25 Ekor Sapi Kurban untuk Sulsel

“Kita undang seluruh pemenang tender kontraktor multiyears irigasi. Ada empat paket dan semuanya sudah ada pemenangnya. Mereka sudah memaparkan secara rinci, mulai dari desain hingga detail pekerjaan,” ujar Kadir.

Ia menyebut, total terdapat 39 titik irigasi yang akan dikerjakan dalam skema multiyears tersebut, yang terbagi dalam empat paket pekerjaan.

Terkait anggaran, Kadir menjelaskan nilai pagu awal proyek tidak sampai Rp700 miliar. Namun setelah proses tender dan penawaran, nilai kontrak diperkirakan berada di kisaran Rp500 miliar hingga hampir Rp600 miliar.

Baca Juga : Didukung Penuh Legislator DPRD Sulsel Heriwawan, 12 Tim Siap Berlaga di Turnamen Mini Soccer Sinjai Bersatu Series 2026

“Kita tekankan agar pekerjaan dilakukan secara profesional dan tepat waktu. Irigasi ini menyangkut kebutuhan air untuk sawah masyarakat, sehingga harus benar-benar diperhatikan kualitas dan waktunya,” tegasnya.

Ia juga meminta agar sebelum pelaksanaan fisik dimulai, dilakukan pertemuan dengan masyarakat sekitar daerah irigasi dan melibatkan Komisi D dalam proses pemantauan.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel dari Fraksi Partai NasDem, Aan Nugraha, menegaskan bahwa pengerjaan irigasi berbeda dengan proyek bangunan atau jalan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan petani.

Baca Juga : OJK Terbitkan Aturan Perkuat Industri Pengelolaan Investasi

“Pengerjaan irigasi tidak sama dengan bangunan atau jalan. Ini menyangkut masyarakat dan ketahanan pangan. Karena itu perencanaannya harus matang,” ujarnya.

Aan menekankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sulsel dengan pemerintah kabupaten/kota serta kelompok tani sebelum pekerjaan dimulai. Sosialisasi dinilai perlu dilakukan agar proyek benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Jangan sampai kita bekerja tetapi masyarakat tidak membutuhkan. Apalagi ini berkaitan dengan swasembada pangan. Kami tidak ingin ada pekerjaan mangkrak,” katanya.

Baca Juga : Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pemilu, Bawaslu Sulsel dan Universitas Bosowa Tandatangani MoU Bersama

Ia menambahkan, Dinas SDA nantinya akan menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) dengan melibatkan pemerintah daerah setempat dan kontraktor. Skema pekerjaan yang digunakan adalah design and build, sehingga kebutuhan masyarakat dapat diakomodasi dalam pelaksanaan proyek.

Terkait pengawasan teknis, Aan menjelaskan dalam rapat kali ini pihak yang diundang hanya kontraktor pelaksana, bukan manajemen konstruksi (MK). Ia menyebut perusahaan MK tidak dapat diganti, namun personel yang bertugas masih dapat dievaluasi.

“Kalau memang perlu evaluasi dan ada personel yang harus diganti, itu bisa disampaikan melalui Dinas SDA,” ujarnya.

Baca Juga : Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pemilu, Bawaslu Sulsel dan Universitas Bosowa Tandatangani MoU Bersama

Komisi D DPRD Sulsel berharap seluruh paket irigasi multiyears tersebut dapat berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian di Sulawesi Selatan. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646