0%
logo header
Jumat, 06 Februari 2026 09:56

Wabup Barru Dorong Perhutanan Sosial Terintegrasi, Potensi Ekonomi Diproyeksi Capai Ratusan Miliar

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Wakil Bupati Barru, Abustan A Bintang
Ket: Wakil Bupati Barru, Abustan A Bintang

Barru – Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, membuka sekaligus menjadi narasumber pada Workshop Peluang Pengembangan Integrated Area Development perhutanan sosial di Kabupaten Barru, Kamis, 5 Februari 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting RM Surya, Kecamatan Barru. Hadir Direktur Pilar Nusantara Sulawesi Selatan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel, Kepala Balai Perhutanan Sosial Gowa, Kepala UPT KPH Ajatapparreng, pimpinan OPD, camat, kelompok perhutanan sosial, serta mitra terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah menunjuk Barru sebagai lokasi pengembangan perhutanan sosial berbasis pendekatan terintegrasi. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah dalam mengoptimalkan potensi kawasan hutan sosial.

Baca Juga : Bupati dan Wabub Barru Resmikan Jalan Rabat Beton Passedde, Warga Akhirnya Nikmati Akses Setelah 18 Tahun

“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan ini. Potensi yang kita miliki sangat besar dan harus dikelola secara serius,” ujarnya.

Ia menjelaskan, luas perhutanan sosial di Barru mencapai sekitar 7.969 hektare yang telah memiliki legalitas. Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal. Jika dikelola secara terintegrasi, potensi tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

“Saya memperkirakan jika dikelola serius, potensi ini bisa menghasilkan ratusan miliar rupiah per tahun, bahkan lebih. Karena itu, semua sektor harus terlibat,” katanya.

Baca Juga : Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari Hadiri Tanam Bersama Penangkaran Bibit Jagung JJ UH 01 di Desa Galung

Menurutnya, konsep Integrated Area Development tidak hanya fokus pada pengelolaan hutan, tetapi mengintegrasikan sektor lain seperti pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, dan ekonomi desa. Perhutanan sosial harus menjadi penggerak utama yang terhubung dengan potensi lain dalam satu kawasan.

Ia menegaskan, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk peran pemerintah desa. Kepala desa dinilai memiliki posisi strategis dalam memastikan program berjalan di tingkat lapangan.

“Kuncinya ada di desa. Program ini harus melibatkan seluruh masyarakat, tidak hanya kelompok tertentu,” jelasnya.

Baca Juga : Wakil Bupati Barru Dorong IAI DDI Mangkoso Raih Akreditasi Unggul

Wakil Bupati juga menyoroti masih rendahnya pemanfaatan kawasan yang telah memiliki izin kelola. Ia meminta pola pikir menunggu bantuan diubah menjadi inisiatif mandiri dalam mengelola potensi yang ada.

Dalam pemaparannya, ia mencontohkan potensi di Desa Harapan yang dapat dikembangkan secara terpadu, mulai dari komoditas kopi, aren, durian, peternakan, hingga wisata savana dan hutan pinus.

“Jika terintegrasi, semua sektor akan bergerak. Tujuannya satu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga : Momen Istimewa Hardiknas di Barru, Wamendiknas Sapa Guru dan Pelajar Secara Virtual

Ia juga mendorong penyusunan rencana induk terpadu agar pengembangan kawasan tidak berjalan parsial. Pendekatan berbasis tujuan dinilai penting agar program tetap berjalan tanpa bergantung pada bantuan eksternal.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menjalin komunikasi dengan dunia usaha dan perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan, termasuk kopi.

Menutup kegiatan, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta menjadikan workshop ini sebagai awal kerja nyata dalam pengembangan perhutanan sosial berbasis kawasan.

Baca Juga : Momen Istimewa Hardiknas di Barru, Wamendiknas Sapa Guru dan Pelajar Secara Virtual

“Jika kita bergerak bersama, dalam dua tahun ke depan hasilnya mulai terlihat. Manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.(*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646