REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Kabupaten Bulukumba di masa kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf terus menunjukkan konsistensi dalam pengendalian inflasi.
Bulukumba kembali tercatat sebagai daerah dengan inflasi paling rendah di Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2024.
Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) No. 49/09/73/Th.XXVIII, 2 September 2024, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Selatan pada Agustus 2024 tercatat sebesar 1,77 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,61.
Baca Juga : Polres Bulukumba Perkuat Edukasi Anti-Bullying, Santri Diajak Jadi Pelopor Sekolah Aman
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Parepare sebesar 2,22 persen dengan IHK 106,12, sementara Bulukumba mencatat inflasi terendah sebesar 1,62 persen dengan IHK 104,93.
Tahun ini, Bulukumba berhasil empat kali berturut-turut menjadi daerah dengan inflasi terendah di Sulsel, yakni pada Mei (1,74 persen), April (2,14 persen), Maret (2,18 persen), dan Februari (2,34 persen).
Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel, Wahyu Purnama, mengapresiasi langkah Pemkab Bulukumba dalam inovasi pengendalian inflasi.
Baca Juga : High Five hingga Bagi Sepeda, Cara Humanis Kapolres Bulukumba Sambut Siswa di Hari Pertama Masuk Sekolah
“Bank Indonesia mengapresiasi pembentukan Mini Distribution Center (MDC) oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bulukumba yang berlokasi di Pasar Cekkeng,” paparnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Wilayah Selatan Sulsel di Paduppa Resort Bira, Kamis, 5 September 2024.
Inovasi pengendalian inflasi melalui konsep MDC ini dikembangkan oleh Pemkab Bulukumba di bawah kepemimpinan Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf.
Program tersebut mencakup pembentukan toko murah MDC yang berlokasi di Kios Panrita Lopi Center di Pasar Cekkeng, bekerja sama dengan Bulog, menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga terjangkau.
Baca Juga : Buron Dua Tahun Berakhir, DPO Curanmor Dibekuk Satgas Pekat Lipu Polres Bulukumba
Ketua TPID Bulukumba, Ali Saleng, menjelaskan bahwa program MDC kini telah diperluas ke seluruh kecamatan di Bulukumba.
“Kios MDC ada di setiap kecamatan untuk mengendalikan harga,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Bulukumba juga mendukung program ini dengan Mobile Mini Distribution Center yang dilengkapi dengan dua unit mobil box, siap bergerak cepat bersama Bulog ketika ada gejala kenaikan harga.
