0%
logo header
Minggu, 19 Juni 2022 21:20

Cerita Sofa Halisa, Sabet Juara Satu yang Menyoroti Moderasi Bermazhab

Sofa Halisa. (Istimewa)
Sofa Halisa. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANJARMASIN — Perempuan asal Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sofa Halisa menyabet juara 1 Musabaqah Makalah Al-Quran dalam rangka MTQ ke XLV (Li Syi’aril Islam) di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Awal mula, dia bercerita mengikuti musabaqah makalah Al-Qu’ran ini sejak 2020 lalu.

“Itu pertama kali mengikuti musabaqah makalah Al-Qur’an,” ucap Sofa Halisa, seorang ustadjah di Pondok Tahfidz Siti Khadijah, pada Sabtu (18/6/2022) malam.

Sofa bilang, nama musabaqah makalahnya itu berbeda-beda, dan sekarang disebut Musabaqah Karya Tulis Ilmiah A-Qur’an (KTIQ). Tahun itu, kata dia, dirinya diajak seorang teman karena pemakalah putrinya tidak ada atau kosong, yang mengisi di MTQ Martapura Timur.

Baca Juga : Cerita Komunitas Kelopak Baca di Taman Kamboja Banjarmasin, Dua Anak Asyik Baca Buku

“Lalu, kemarin mengikuti kembali yang kedua kali menjuari di MTQ Kabupaten Banjar. Alhamdulillah diberi juara 1 lagi,” ungkap Sofa.

Karena telah menjuarai ditingkat kabupaten, Sofa diusulkan kembali untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi di Tanah Bumbu. Pada 2021 itu, dia kembali menyabet juara 1 Pemakalah Qur’an Putri.

“Alhamdulillah bersyukur, ini saya mewakili ditingkat Nasional. Nantinya, bakal digelar pada bulan Oktober 2022 di Banjarbaru,” ucap Mahasiswa Teladan Fakultas Syariah UIN Antasari itu.

Baca Juga : Buku Play Armada Terbit, Cerita Bocah 11 Tahun Miliki Novel Perdananya

Dalam program baru di Kabupaten Banjar, Sofa mengawali baru lagi sebagai peserta musabaqah makalah Qur’an, dan berlanjut pada tingkat Provinsinya, dia menyampaikan ditahun ini belum ada atau ditiadakan sementara.

“Karena kafilah dari provinsi untuk fokus ke nasional dulu. Tahun 2023, baru kembali diadakan ditingkat provinsinya,” ujarnya.

Sofa menceritakan, sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dirinya suka menulis kata-kata yang terangkai, entah menjadi kutipan atau tulisan secara utuh.

Baca Juga : Sembunyikan Inex Didalam Mulut, Selebgram asal Banjarmasin Ditangkap Polisi

“Kelas 2 SMP itu, saya suka menulis caption-caption pendek. Kemudian, semester 2 perkuliahan diajak oleh kakak tingkat untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah,” ujarnya.

Berkat kejuaraan itu, Sofa akhirnya kembali diikutsertakan sebagai peserta karya tulis ilmiah pada ajang Islamic Student Conference on Islamic Studies Kedua (2nd ISCIS) di Manado, 2018 lalu. Sejak itulah, dia menyadari bahwa menulis itu asyik dan cukup keren bagi dirinya dalam menjalani lomba-lomba, terlebih ketika maju untuk presentasi makalah.

“Lalu waktu itu dikasih wejangan oleh Ibu Noor Hasanah, dosen UIN Antasari. Mulai itu suka menulis, walau tidak rajin-rajin amat,” ucap mahasiswa Perbandingan Mahzab 2017 itu.

Baca Juga : Wetland Square Cetak Buku Antologi Bersama, Hajriansyah Beri Catatan Peserta Literasi Festival

Di dalam Kampus, Sofa sering juga mengikuti lomba-lomba karya tulis seperti PORSENI dan BUAF. Namun, kata dia, tidak sampai ke tahap selanjutnya karena belum fokus, sehingga peserta lain saja yang berlomba ditingkat regional tersebut. “Saya mulai membiasakan diri dalam dunia tulis menulis ini, melatihnya terus,” ucapnya.

Awalnya, Sofa mengaku ragu apakah dirinya dapat berpatisipasi dalam lomba, tersebab khawatir kalau mengecewakan dan sebagainya.

“Akhirnya ikut dan berusaha, ternyata ditakdirkan juara 1. Dulu-dulu itu juga pernah mengikuti di Hulu Sungai Utara (HSU), memenangkan juara 3,” ujarnya.

Baca Juga : Wetland Square Cetak Buku Antologi Bersama, Hajriansyah Beri Catatan Peserta Literasi Festival

Dalam menggeluti dunia tulis ilmiah, Sofa merasakan susah senang dalam mencari referensi, menyajikan hingga dipresentasikan. Dia bilang, menulis itu tidak terwujud apabila seseorang belum membaca buku, apapun jenis genrenya.

“Jadi, bagaimana kita menuangkan sesuatu ke dalam tulisan. Kalau kita tidak tahu, apa itu sesuatu yang ingin dituangkan,” katanya.

Dalam makalah yang dituangkan saat MTQ di Mataraman, Sofa mengambil judul modernisasi bermahzab, yaitu upaya menangkal fanatik atau taklid buta.

Baca Juga : Wetland Square Cetak Buku Antologi Bersama, Hajriansyah Beri Catatan Peserta Literasi Festival

“Jadi dalam makalah itu menceritakan, bagaimana menangkal fanatik di masyarakat. Itu fenomenanya diangkat secara emperis,” jelas Sofa.

Diangkat secara umum, kata Sofa, cuma melihat fenomena yang terjadi di masyarakat dalam beragama, terlebih ketika fanatik ke satu mahzab tertentu. “Fanatik itu suatu hal yang berlebihan atau mengagung-agungkan satu mahzab saja. Kemudian, dibahas lewat dalil-dalil Hadist dan Al-Qur’an,” paparnya.

Di lapangan, Sofa menyoroti modernisasi bermahzab yang ekstrem dalam perspektif agama. Kedua, kata dia, makalah itu meninjau dari ego personal dalam beragama.

Baca Juga : Wetland Square Cetak Buku Antologi Bersama, Hajriansyah Beri Catatan Peserta Literasi Festival

“Kita menjauhi egoisme personal dalam beragama. Apabila dalil itu kuat, maka mereka cukup menjalankan perintah dalil tersebut.

Sesama manusia di kalangan muslim, Sofa menyebut harus saling mengasihi dan bersatu, bukan malah bercerai berai dalam beragama.

“Jumlah peserta kemarin, kurang lebih 10 orang berkompetisi dari 20 Kecamatan,” bebernya.

Baca Juga : Wetland Square Cetak Buku Antologi Bersama, Hajriansyah Beri Catatan Peserta Literasi Festival

Pesertanya, kata Sofa, semakin tahun mulai berkurang dan berbeda pada tahun sebelumnya, peserta laki-laki dan perempuan sampai dipisah. Dia bilang, dulu peserta sampai 18 orang lebih, kini hanya bisa dihitung jari saja.

Ke depannya, Sofa berharap dapat mengharumkan nama kafilah Kalimantan Selatan di kancah Nasional, teruntuk kepada orangtua, guru-guru dan teman dekat lainnya.

“Moga, perwakilan kami ini membawa keberkahan, tidak cuma soal kalah dan menang. Tetapi ilmu yang kami bawa dapat bermanfaat di masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Rahim Arza
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646