0%
logo header
Selasa, 20 September 2022 16:27

Dukung Penataan DAS Je’neberang, Bupati Gowa: Termasuk Aktivitas Tambang Ilegal

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat Rapat Koordinasi menyikapi Isu Strategis Terkait Konservasi Lingkungan dan Strategi Pengelolaan DAS Je'neberang di Ruang Rapat Bupati Gowa, Selasa (20/09/2022). (Dok. Humas Pemkab Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat Rapat Koordinasi menyikapi Isu Strategis Terkait Konservasi Lingkungan dan Strategi Pengelolaan DAS Je'neberang di Ruang Rapat Bupati Gowa, Selasa (20/09/2022). (Dok. Humas Pemkab Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ponpengan Je’neberang berencana akan melakukan penataan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Je’neberang. Upaya ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gowa.

Hanya saja dalam hal ini Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memberikan perhatian pada beberapa hal. Pertama, adalah melakukan penataan terhadap aktivitas tambang di sepanjang DAS Jeneberang, utamanya yang tidak memiliki izin atau ilegal.

Dirinya meminta BBWS Pompengan Je’neberang agar melakukan pendataan dan identifikasi lokasi yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan aktivitas penambangan.

Baca Juga : Bupati Gowa: Tahun Baru Islam Ajarkan Persatuan, Kekompakan dan Kebersamaan

“Kalau ada lokasi yang memang tidak boleh ada aktivitas tambang, maka tidak boleh ada aktivitas tambang di situ. Ini butuh ketegasan, siapapun tidak boleh melakukan aktivitas tambang,” kata ujar Adnan disela-sela Rapat Koordinasi Dalam Rangka menyikapi Isu Strategis Terkait Konservasi Lingkungan dan Strategi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Je’neberang di Ruang Rapat Bupati Gowa, Selasa (20/09/2022).

Kedua, hal yang perlu diperhatikan lainya yakni kawasan kuliner seperti lesehan Bili-bili. Ia berharap jika memang akan ditertibkan, maka harus disiapkan tempat relokasi yang strategis, sebab hal tersebut menyangkut pendapatan masyarakat.

Olehnya, Pemkab Gowa akan menunjuk satu dinas terkait untuk melakukan pendataan masyarakat yang berjualan dan terkena dampak penataan kawasan.

Baca Juga : Bupati Gowa Nilai Sensus Ekonomi Bantu Pemerintah Susun Kebijakan yang Akurat

Kemudian pihak BBWS Ponpengan Je’neberang menunjuk titik yang lebih strategis yang bisa ditempati saat pemindahan atau relokasi.

“Saya berharap kita tidak memutus pendapatan masyarakat yang mampu memberikan kehidupan,” tambahnya.

Adnan mengaku, penataan DAS Jeneberang sangat penting dilakukan untuk menjaga Bendungan Bili-Bili agar tetap terjaga kedepannya. Apalagi menurutnya saat ini daya tampung Bendungan Bili-Bili tidak seperti dulu, sehingga ketika hujan turun pasti dilakukan pembukaan pintu air.

Baca Juga : Penguatan Sektor Layanan Kesehatan Hingga Penurunan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Gowa

“Mari kita sama-sama rapikan. Kita dukung 100 persen Kepala BBWS Ponpengan Je’neberang untuk melakukan penataan,” kata Adnan.

Apalagi, lanjut Adnan, ketika dilakukan pembukaan pintu air, maka inilah yang mengakibatkan banjir disepanjang aliran Sungai Je,neberang.

“Supaya kita betul-betul basa menjaga bendungan agar bisa pulih sepertidulu. Karena kita juga berkpetingan untuk itu. Karena setiap musim penghujan ketika melewati elevasi maka akan dilakukan pembukaan pintu air dan ketika dibuka maka ini akan mengakibatkan banjir di sepanjang aliran Sungai Je’neberang,” ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Gowa Ajak ASN Implementasikan Nilai-nilai Pancasila Dalam Bekerja

Sementara, Kepala BBWS Pompengan Je’neberang Djaya Sukarno mengatakan, dalam penataan DAS Jeneberang pihaknya akan melakukan pemetaan area-area yang boleh dan tidak boleh dilakukan penambangan.

Selain itu, BBWS Popengan Je’neberang akan berusaha memenuhi tuntutan masyarakat khususnya yang memanfaatkan sekitar bendungan untuk wisata kuliner. Menurutnya, tempat kuliner yang ada saat ini berada di area genangan dan dianggap membahayakan pemilik maupun pengunjung.

“Nanti kami akan carikan lokasi-lokasi yang view-nya bagus dan aman juga untuk masyarakat. Nanti kami juga akan koordinasi dengan Dinas Pariwisata. Kami membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gowa karena proses penataan sendiri masih berjalan,” tambahnya.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646