0%
logo header
Sabtu, 27 Januari 2024 11:41

Jabat Rektor UCM, Lukman Daris Gantikan Tahir Kasnawi

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ketua Yayasan SARI Sulawesi Selatan Dr. Rahmat Hasanuddin, M.M, melantik Rektor Universitas Coroaminoto Makassar Dr. Lukman Daris, S.Pi, M.Si, Jumat (26/01/2024). (Istimewa)
Ketua Yayasan SARI Sulawesi Selatan Dr. Rahmat Hasanuddin, M.M, melantik Rektor Universitas Coroaminoto Makassar Dr. Lukman Daris, S.Pi, M.Si, Jumat (26/01/2024). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Yayasan SARI Sulawesi Selatan Dr.Rahmat Hasanuddin, M.M, Jumat (26/1/2024) melantik Dr.Lukman Daris, S.Pi, M.Si sebagai Rektor Universitas Coroaminoto Makassar (UCM) antarwaktu menggantikan Prof.Dr.M.Tahir Kasnawi, S.U. yang dipromosikan sebagai Pengurus Yayasan SARI Sulsel.

M.Tahir Kasnawi menjabat Rektor selama 2 tahun 10 bulan dan Lukman Daris akan memimpin UCM selama satu tahun dua bulan ke depan, menghabiskan masa jabatan 4 tahun yang ditinggalkan pejabat lama.

Lukman Daris yang merupakan Dosen Dipekerjakan (DPK) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) itu, sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Perikanan, Ketua Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPPM), dan juga pernah menjabat Wakil Rektor IV UCM.

Baca Juga : Senat Tetapkan Tiga Calon Rektor Universitas Cokroaminoto Makassar

Rektor ini terpilih dari dua nama lainnya yang diusulkan Senat UCM ke Yayasan SARI Sulsel bersama Dr. Muhammad.Yusuf, S.Pi, M.Si. (Ketua LPPM) dan Dr.Ir.Hj Ida Suryani MP (Sekretaris UCM).

Ketua Yayasan SARI Sulsel Rahmat Hasanuddin maupun Ketua Dewan Pembina Yayasan SARI Sulsel Prof.Dr.Basri Hasanuddin, M.A. pada intinya mengharapkan kepada rektor baru agar menjaga kekompakan di lingkungan UCM. Kekompakan merupakan kekuatan untuk bergerak bersama.

“Saya juga minta kampus dipercantik dan tetap menjaga kesehatan,” pinta Basri Hasanuddin.

Baca Juga : Dua Mahasiswa UCM Ikut MBKM di Unismuh Sorong

Kepala L2Dikti Wilayah IX Dr.Andi Lukman, M.Si mengharapkan, ke depan UCM tumbuh lebih baik dengan melanjutkan apa yang telah dirintis dan prestasi yang diraih oleh Prof.Tahir Kasnawi.

Perkembangan ilmu dan teknologi membawa tantangan baru bagi pendidikan tinggi. Mahasiswa saat ini diberikan 60 satuan kredit semester (SKS)  dari mata kuliah di luar program studinya. Mahasiswa diarahkan untuk lebih banyak ke lapangan.

“Mengapa selama ini mahasiswa enggan ke lapangan, karena mereka terlalu lama di kelas. Mahasiswa di kelas itu cukup tiga semester saja, selebihnya di lapangan,” ujar Andi Lukman.

Baca Juga : Prof Tahir Kasnawi: Soliditas, Modal Utama UCM Berkembang

Melalui Program Medeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pemerinhtah memberi kesempatan kepada setiap perguruan tinggi 30% teori kepada mahasiswa dan 70% praktik. Saat ini generasi Z enggan dijubeli teori karena akan dapat memperolehnya melalui internet. Jadi dosen harus memberikan bekal kepada mereka untuk melaksanakan kegiatan praktik di lapangan.

Menurut Andi Lukman, MBKM ada karena setiap selesai wisuda, banyak sarjana yang menganggur. Oleh sebab itu melalui MBKM diupayakan mahasiswa memperoleh mayoritas bekal praktik. Namun juga diperlukan kerja sama dan kolaborasi dengan dunia usaha. Perguruan tinggi harus berkolaborasi dengan dunia usaha dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan kerja.

“Tahun ini UCM sudah harus memiliki program pascasarjana. Paling tidak untuk program studi manajemen dan perikanan,” ujar Andi Lukman pada acara pelantikan yang dihadiri pengurus Yayasan SARI Sulsel, para dosen dan karyawan UCM tersebut.

Baca Juga : Tiga Prodi UCM Peroleh Sertifikat RPL

Lukman Daris sebelum diangkat sebagai DPK L2Dikti Wilayah IX, pada tahun 1998 tercatat sebagai salah seorang birokrat pada Kantor Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Kasubag Program dan Kepegawaian pada Dinas Pertanian Kabupaten Maros (2003), Kabid Perikanan dan Kelautan Dinas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan Kabupaten Maros, (2008) dan setahun kemudian (2009) menjabat Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Maros, pejabat fungsional Penyuluh Perikanan Maros (2010-2014).

Pada tahun 2014, Lukman Daris ‘misbar’ ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan menjadi Dosen Dipekerjakan di L2Dikti Wilayah IX Sultanbarara. Awal sebagai dosen, Lukman Daris yang lulus Doktor Ilmu-Ilmu Pertanian Program Pascasarjana Unhas tersebut, dipekerjakan pada Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi (Stitek) Balik Diwa Makassar (2017), kemudian pindah kampus ke UCM hingga saat ini. Di Kampus UCM pernah menjabat Wakil Rektor IV (2017-2020), Wakil Rektor I Institut Teknologi dan Kesehatan (ITK) Permata Ilmu Kabupaten Maros (2020-2021), Ketua LPPM UCM (2021-2022), dan Dekan Fakultas Perikanan UCM (2022-2024).

Selain aktivitasnya di kampus, Lukman Daris juga termasuk salah seorang deklarator lahirnya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maros, unsur Ketua Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Maros, aktif di Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Maros, Barisan Muda Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) Maros, dan Sekretaris Kerukunan Keluarga Bone Maros. (*)

Penulis : M. Dahlan Abubakar
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646