REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, melakukan langkah yang tidak biasa saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Rachmat langsung menghubungi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, guna mengonfirmasi validitas capaian pembangunan Sidrap yang dinilai melompat di luar ekspektasi nasional.
Langkah tersebut diambil menyusul adanya anomali positif yang signifikan di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif. Dalam kurun satu tahun, pertumbuhan ekonomi Sidrap yang pada 2024 berada di peringkat ke-21 di Sulawesi Selatan, kini melesat menjadi yang tertinggi dengan realisasi mencapai 7,71 persen.
Baca Juga : Turun Langsung Lakukan Pengawasan APBD, Edward Horas Pastikan Data Sesuai Kondisi Riil
Audiensi yang dihadiri jajaran pejabat tinggi Bappenas, termasuk Deputi Bidang Infrastruktur Abdul Malik Sadat Idris, Direktur Pembangunan Indonesia Timur Ika Retna Wulandary, dan Perencana Ahli Utama Sumedi Andono Mulyo itu berubah menjadi sesi bedah data yang intens.
Melalui sambungan telepon, Kepala BPS RI Amalia Adininggar memberikan verifikasi bahwa pertumbuhan Sidrap merupakan potret pertumbuhan inklusif.
Amalia yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Sidrap menegaskan, sektor pertanian menjadi faktor penggerak utama yang dikelola secara serius oleh pemerintah daerah, sehingga memberikan efek rembes ke bawah pada kesejahteraan warga.
Data menunjukkan transformasi radikal pada nilai produksi komoditas unggulan di Kabupaten Sidrap, yakni produksi padi meningkat signifikan dari Rp2 triliun menjadi Rp4,6 triliun, produksi telur mencapai 5 juta butir per hari yang memperkuat posisi Sidrap sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga ke level 4,91 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 75,49 dengan status tinggi.
Menteri Rachmat Pambudy memberikan atensi khusus pada produktivitas telur di Sidrap. Hal ini dinilai selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sidrap diproyeksikan menjadi penyuplai protein utama untuk mendukung program strategis nasional tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Syaharuddin Alrif yang didampingi Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Kepala Bapperida Herwin, dan Tim Ahli Bupati, memaparkan bahwa optimalisasi sektor hulu hingga hilir pertanian menjadi kunci keberlangsungan ekonomi daerah meski di tengah keterbatasan anggaran.
Baca Juga : Dikunjungi Taruna Ikrar, CryoCord Tertarik Investasi dan Kolaborasi Teknologi Sel di Indonesia
Pemerintah pusat melalui Bappenas kini mempertimbangkan Kabupaten Sidrap sebagai daerah percontohan nasional dalam tiga sektor sekaligus, yakni lumbung beras nasional, lumbung telur Indonesia, serta pusat pengembangan energi terbarukan. (*)
