REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUTAI KARTANEGARA — Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memiliki potensi wisata mangrove yang menjanjikan. Pusat Informasi Mangrove yang sebelumnya berada di kawasan ini, kini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pemerintah Desa Saliki berupaya menjadikan kawasan mangrove sebagai destinasi wisata utama dengan berkolaborasi bersama pihak provinsi. Kepala Desa Saliki, Saliansyah, menjelaskan bahwa mereka telah berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mengurus perizinan dan administrasi.
“Kami berencana mengelola kawasan ini melalui Badan Usaha Milik Desa. Dukungan dari pemerintah kabupaten dan sektor swasta akan membantu dalam renovasi dan pengembangan,” ujar Saliansyah pada Sabtu (4/11/2023).
Baca Juga : 17 Alasan Rakyat Kutai Kartanegara Kembali Pilih Edi Damansyah-Rendi Solihin
Saliansyah menekankan bahwa pengelolaan kawasan mangrove melibatkan proses yang tidak mudah karena harus mematuhi aturan dari kementerian terkait. Ia berharap agar proses administrasi dapat segera diselesaikan, membuka peluang bagi kawasan mangrove untuk dinikmati oleh masyarakat umum.
“Kami optimis bahwa kawasan mangrove ini akan menjadi daya tarik wisata yang menguntungkan bagi desa kami,” tambahnya. (ADV/Diskominfo Kukar)
